Giggs Heran Pemain Sekarang Pelukan Jelang Duel: Itu Aneh
Legenda Manchester United, Ryan Giggs merasa heran melihat pesepakbola masa kini berpelukan sebelum pertandingan. Baginya, gestur itu tak biasa dilakukan di eranya aktif berlaga.
"Saya merasa heran ketika menonton pertandingan dan melihat para pemain saling berpelukan sebelum laga dimulai."
"Dulu, kecuali jika bertemu teman atau pemain yang pernah jadi rekan satu tim, kami biasanya hanya saling menyapa. Sekarang, semua orang berpelukan sebelum pertandingan. Bagi saya, itu aneh," kata Giggs dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (9/10).
Giggs menyampaikan ada perbedaan kultur di antara pesepakbola pada eranya dan di masa kini. Menurutnya, pemain lawas cenderung bersitegang satu sama lain meski tetap menjunjung rasa hormat sebagai sesama atlet.
"Dahulu, kami tidak menyukai satu sama lain tetapi tetap saling menghormati karena tahu bahwa kami menghadapi pemain dan tim yang bagus," ujarnya.
"Setelah pertandingan, kami berjabat tangan, mengucapkan selamat atas pertandingan yang bagus lalu pergi. Kami tidak benar-benar ingin mengenal satu sama lain," ia menambahkan.
Giggs merupakan satu dari segelintir sosok 'One Man Club' yang menghabiskan karier senior di satu klub sama, yakni Man Utd. Dalam 23 tahun baktinya di tim utama, pria asal Wales itu mencatat 963 penampilan dengan kontribusi 168 gol dan 272 assist.
Setelah resmi gantung sepatu pada Juli 2014, Giggs baru sadar bahwa mengenal pemain rival adalah aspek penting dalam dunia olahraga. Karenanya, selama satu dekade terakhir Giggs kerap hadir dalam acara dengan keterlibatan wajah-wajah pesaing kala masih berjaya.
"Setelah pensiun, saya pernah bermain bersama Gilberto dan Robert dalam berbagai kegiatan. Barulah saya berpikir, ternyata mereka orang-orang yang hebat dan menyenangkan. Kami bisa duduk bersama dan minum kopi," tuturnya.
(ikw/jal)