Alasan Henry Tidak Main di GBK: Otot Saya yang Minta Jadi Pelatih
Thierry Henry membeberkan alasan tidak main saat legenda Arsenal mengalahkan legenda Manchester United di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (10/10).
Henry hanya mendampingi tim dari bangku cadangan sebagai pelatih. Tanpa dirinya di lapangan, Arsenal menang 3-2 lewat gol Emmanuel Adebayor, Santi Cazorla, dan Jermaine Pennant.
"Bagi saya sederhana saja: otot hamstring saya yang meminta saya menjadi pelatih. Jadi itu keputusan yang sangat mudah. Tubuh saya memberi sinyal bahwa saya harus melakukannya."
"Jadi, saya tetap ingin berada di sini, ingin hadir dan melihat Jakarta serta semua orang di sini, tetapi hamstring saya menyarankan bahwa sebaiknya saya berada di bangku cadangan," kata Henry.
Henry tidak sendirian. Legenda Manchester United, Dwight Yorke, juga menjadi pelatih bagi timnya. Sama seperti Henry, Yorke tidak ikut tampil di lapangan permainan.
"Kalau dari sisi saya, saya memang sudah terjun ke dunia kepelatihan, jadi itu keputusan yang mudah. Ditambah fakta bahwa saya termasuk yang paling tua di ruang ganti," ujar Yorke.
Henry lalu menceritakan pesan yang ia sampaikan kepada para pemain Arsenal. Sembari bergurau, dia menginstruksikan pemainnya jangan sampai kalah lawan MU.
"Jangan kalah, jangan kalah! Tidak, di luar bercanda, ini soal mendengarkan kondisi tubuh Anda, yang sayangnya menjadi kendala bagi kami di usia sekarang," kata Henry.
"Namun fokus utamanya adalah jangan kehilangan bola. Karena dalam laga seperti ini, saat Anda kehilangan bola dan permainan mulai merenggang, situasinya akan menjadi terlalu terbuka."
(kar/abs)