Man City Bungkam Kritik Suporter Liverpool dengan Manis dan Tragis

CNN Indonesia
Senin, 12 Okt 2026 15:05 WIB
Soccer Football - Premier League - Liverpool v Manchester City - Anfield, Liverpool, Britain - October 11, 2026 Manchester City's Jeremy Doku celebrates scoring their second goal with Josko Gvardiol REUTERS/Phil Noble EDITORIAL USE ONLY. NO USE WITH
Manchester City membungkam suporter Liverpool dengan kemenangan 3-0 di Stadion Anfield. (REUTERS/Phil Noble)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pelatih Manchester City, Enzo Maresca, menegaskan tidak peduli berapa lama proses banding klub terkait putusan atas 114 dakwaan pelanggaran aturan Premier League akan berlangsung.

Ia memilih fokus pada performa tim setelah menang 3-0 atas Liverpool di Anfield, Minggu (11/10). Kemenangan ini menjadi pembungkam kritik yang dilontarkan suporter Liverpool di Stadion Anfield.

Kemenangan 3-0 atas Liverpool ini hadir di tengah sorotan terhadap persoalan finansial klub. Tak peduli dengan kritik itu, Maresca malah membungkam lawan dengan kemenangan manis dan tragis.  

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Manis, sebab Man City menang dengan skor meyakinkan 3-0 dalam laga kandang. Sebaliknya, ini tragis bagi Liverpool sebab kalah dalam laga kandang yang dianggap main di Anfield itu angker. 

Maresca mengatakan timnya harus belajar menghadapi berbagai kritik yang muncul. Menurutnya, respon terbaik bukan suara dari luar lapangan, melainkan hasil positif pertandingan.

"Suara bising itu akan selalu ada, jadi kami harus belajar menghadapinya. Namun, pada saat yang sama, kami juga harus menciptakan suara kami sendiri, yaitu dengan memenangkan pertandingan."

"Itulah yang kami lakukan hari ini. Pada akhir pertandingan, suporter kami bernyanyi sehingga suara itu datang dari kami, bukan dari lingkungan sekitar," ujar Maresca dikutip dari Daily Mail. 

Ia juga memperkirakan pertandingan tandang Man City berikutnya akan tetap diwarnai tekanan dari suporter lawan. Karena itu, Maresca menilai timnya perlu menjaga fokus dan motivasi.

"Semua pertandingan tandang akan diwarnai suara kebisingan, jadi kami harus belajar menghadapinya. Pada saat yang sama, kami juga harus menciptakan suara kami sendiri," kata Maresca.

Saat ditanya apakah kontroversi yang sedang dihadapi klub bisa memperkuat kebersamaan pemain dan suporter, Maresca tidak menjamin, tetapi menegaskan fokus utama tim adalah meraih kemenangan.

"Mungkin iya, mungkin tidak. Saya tidak tahu. Hal itu bisa menciptakan kebersamaan dengan suporter. Semoga kami bisa merayakan kemenangan. Inilah satu-satunya hal yang bisa kami fokuskan," ujarnya. 

[Gambas:Video CNN]

(nam/abs/jun)