Persija Kecam Penyerangan Rombongan EPA Persib, Minta Kasus Diusut

CNN Indonesia
Senin, 12 Okt 2026 15:49 WIB
Logo Persija Jakarta
Persija Jakarta mengecam penyerangan terhadap Tim EPA Persib Bandung. ( Arsip Persija)
Jakarta, CNN Indonesia --

Manajemen Persija Jakarta mengecam aksi penyerangan terhadap rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung di Rest Area Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10).

"Persija sangat menyayangkan tindakan oknum suporter yang tidak hanya merusak kendaraan, tetapi juga membahayakan keselamatan dan menimbulkan kerugian bagi pemain serta ofisial tim."

"Persija menyampaikan empati dan keprihatinan mendalam kepada seluruh korban, khususnya mereka yang mengalami kekerasan fisik. Kami berharap seluruh anggota rombongan dapat segera pulih dari dampak kejadian tersebut," demikian bunyi pernyataan tertulis Persija, Senin (12/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihak klub menyatakan tidak setuju dengan tindakan destruktif sejumlah suporter kepada rombongan tim lain, terlebih pemain-pemain yang digeruduk merupakan bibit-bibit sepak bola masa depan.

"Persija menegaskan bahwa tidak ada pembenaran apa pun bagi tindakan kekerasan, penyerangan, maupun penjarahan dengan dalih rivalitas sepak bola. Tindakan tersebut merupakan perilaku yang tidak bertanggung jawab, mencederai nilai-nilai sportivitas, serta merusak semangat persaudaraan dalam sepak bola Indonesia," tulis Persija.

"Persija tidak membenarkan tindakan oknum mana pun yang menggunakan nama atau identitas suporter untuk melakukan kekerasan. Rivalitas dalam sepak bola seharusnya hanya berlangsung di dalam lapangan, bukan diwujudkan melalui aksi yang mengancam keselamatan orang lain, terlebih terhadap para pemain muda yang tengah meniti masa depan mereka di dunia sepak bola," lanjut pernyataan tersebut.

Lebih lanjut Persija mendukung aparat mengusut kasus ini ke ranah hukum. Manajemen Macan Kemayoran ingin aksi kekerasan dihapus dari ekosistem sepak bola nasional.

"Persija mendukung agar insiden ini diusut secara tuntas, objektif, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pihak-pihak yang terbukti terlibat harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Tidak boleh ada toleransi terhadap aksi kekerasan yang merugikan orang lain dan mencoreng nama sepak bola Indonesia," tulis Persija.

"Persija mengajak seluruh suporter untuk menunjukkan kedewasaan dalam mendukung klub kebanggaan. Loyalitas dan kecintaan terhadap klub tidak pernah dapat dijadikan alasan untuk menyakiti sesama," lanjut mereka.

Sebelumnya, viral di media sosial bus rombongan EPA Persib Bandung diserang oleh sejumlah orang. Insiden itu terjadi di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, Minggu (11/10) malam. Wajah-wajah terduga pelaku terlihat jelas dalam video yang beredar luas di dunia maya.

[Gambas:Video CNN]

(ikw/nva)