PSSI Prihatin Soal Serangan ke Bus EPA Persib: Ini Tak Masuk Akal

CNN Indonesia
Senin, 12 Okt 2026 18:44 WIB
Sekjen PSSI Yunus Nusi memberi tanggapan soal Tragedi Kanjuruhan di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/10).
Yunus Nusi mengecam penyerangan terhadap bus EPA Persib Bandung U-18. (CNN Indonesia/Muhammad Ikhwanuddin)
Jakarta, CNN Indonesia --

PSSI menyampaikan keprihatinan mendalam atas aksi penyerangan brutal yang menimpa rombongan tim Persib Bandung U-18 di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, Minggu (11/10).

Induk organisasi sepak bola nasional tersebut menegaskan tidak ada toleransi bagi para pelaku kekerasan.

Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengecam keras aksi kriminal yang menyasar Elite Pro Academy (EPA) Maung Bandung tersebut. Penyerangan yang terjadi pada Minggu (11/10) malam itu mengakibatkan kerusakan bus, dugaan penjarahan koper, hingga kekerasan fisik terhadap personel media Persib.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"PSSI menegaskan bahwa keselamatan seluruh insan sepak bola, termasuk suporter tim nasional maupun klub, harus menjadi prioritas. Sejalan dengan komitmen bersama FIFA, setiap orang yang datang untuk menonton sepak bola harus dapat pulang ke rumah dengan selamat" ujar Yunus Nusi dalam keterangan resminya.

"PSSI sangat prihatin dan ini sesuatu hal yang sulit masuk di nalar akal sehat karena kejadian ini pertama menimpa anak-anak pemain muda, yaitu Elite Pro Akademi Persib Bandung," sambung Yunus.

Yunus menilai aksi penyerangan tersebut sangat tidak masuk akal karena menimpa bibit-bibit muda. Para pemain usia belia, menurut Yunus, tidak tahu-menahu mengenai tensi rivalitas ekstrem yang kerap diciptakan oknum suporter.

"Anak-anak ini tidak tahu apa-apa tentang rivalitas. Mereka murni bermain bola dengan semangat untuk kepentingan pribadi, kepentingan klub, dan kepentingan sepak bola nasional yang seharusnya dihargai oleh siapa pun, walaupun itu suporter lawan," kata Yunus.

"Kami sangat menyayangkan. Ini sudah tidak masuk akal, apa yang dilakukan oleh mereka-mereka ini dengan begitu ganasnya melakukan tindakan kriminal. PSSI akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengungkap, mencari, menangkap, serta memberikan sanksi yang seberat-beratnya," ucap Yunus menambahkan.

PSSI berkomitmen langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengusut tuntas insiden memilukan ini. Pihaknya mendesak aparat penegak hukum bergerak cepat menangkap para pelaku dan memberikan sanksi pidana setimpal.

"Kalau seperti ini ulah-ulah suporter, tidak akan ada damai di sepak bola kita. Bayangkan saja, anak-anak Elite Pro Akademi yang masih usia dini dibuat seperti ini oleh suporter. Kami sangat menyayangkan. Sampai kapan ini akan berakhir kalau kita tidak saling sadar? Untuk apa kita melakukan hal-hal seperti itu?" terang Yunus.

"Kita juga berharap bahwa, ya, harus diakui rivalitas itu hanya 45 kali 2, itu pun cukup hanya ada di pemain. Suporter, ya, menang bersyukur, kalah harus diterima, dan tidak ada rivalitas yang ekstrem seperti ini. Kami sangat menyayangkan hal ini terjadi. Sekali lagi kami mohon kepada pihak kepolisian untuk memberikan hukuman yang berat, menangkap mereka-mereka ini, dan memberikan hukuman yang seberat-beratnya," tukasnya.

[Gambas:Video CNN]

(kar/nva)