Atletico vs MU: The Red Devils Bangkit atau Makin Terpuruk?
Muhammad Ikhwanuddin | CNN Indonesia
Selasa, 13 Okt 2026 09:35 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Manchester United akan melakoni ujian berat di markas Atletico Madrid. (REUTERS/Toby Melville)
Jakarta, CNN Indonesia --
Manchester United akan bertandang ke markas Atletico Madrid di Stadion Wanda Metropolitano pada lanjutan Liga Champions 2026/2027, Rabu (14/10) dini hari WIB. Dalam duel Los Rojiblancos versus The Red Devils, siapa tampil lebih kerdil?
Sorotan tengah mengarah kepada Man Utd akibat hasil mengecewakan di pekan keenam Premier League 2026/2027 kontra Tottenham Hotspur, akhir pekan lalu. Menghadapi tim papan bawah plus hanya 10 orang saja, Harry Maguire dan kawan-kawan justru bobol di menit akhir pertandingan.
Hasil itu lantas mempertegas keraguan terhadap Man Utd untuk kembali meniti tangga menuju kejayaan. Dari enam laga di liga domestik, baru enam poin mampu dipetik.
Di satu sisi, ada perbedaan dalam perjalanan tim asuhan Michael Carrick di pentas Eropa. Kembalinya Man Utd ke Liga Champions usai absen tiga musim beruntun diawali dengan kemenangan 4-0 atas Sabah FK. Ini bisa jadi motivasi, dapat pula berbuah bencana.
Sebab Atletico bukan tim semenjana. Benar bahwa mereka kalah dari Liverpool pada laga pembuka Liga Champions. Namun rapor tim besutan Diego Simeone di La Liga tetap berbicara.
Baru satu kali Atletico kalah dan imbang dari delapan pertandingan La Liga musim ini. Enam kemenangan membawa mereka di peringkat kedua klasemen sementara, terpaut lima angka dari Barcelona di posisi pertama.
Lee Kang In dan kawan-kawan juga mendulang empat kemenangan berturut-turut, salah satunya direbut dari derby Madrid kontra El Real. Sehingga jelas atas kertas jelang lawan Man Utd, Atletico lebih diunggulkan.
Bagi Man Utd, status tandang lawan Atletico Madrid plus terseok-seok di Premier League jadi tantangan nyata. Carrick bertanggung jawab penuh dalam perbaikan hasil laga dengan skuad apa adanya.
Ada lima pemain utama Man Utd sedang berkutat dengan cedera. Mereka adalah Benjamin Sesko, Manuel Ugarte, Matthijs De Ligt, Nossair Mazraoui, dan Patrick Dorgu. Kondisi ini memaksa opsi masing-masing lini kian membuat ragu.
Sementara di kubu Atletico, tidak ada pemain masuk daftar cedera. Diego Simeone bisa mengerahkan kekuatan maksimal untuk membuat Man Utd kembali kena mental.
Dari tinjauan situasi ini, akan menjadi hal wajar bagi Atletico untuk mengamankan kemenangan. Bukan kejutan pula jika Man Utd pada akhirnya bakal menelan kekalahan.
Tapi, mungkinkah hasil berbeda terlihat di akhir cerita?
Atletico Madrid ingin memetik kemenangan perdana di Liga Champions musim ini. Karenanya, menerjunkan skuad andalan bakal jadi pilihan. Man Utd juga demikian, tapi agaknya lebih sederhana dalam menampilkan pasukan.
Melirik deretan laga sebelumnya, Michael Carrick menerapkan penyesuaian. Matheus Cunha memang berdiri sebagai ujung tombak, namun pergerakannya tak berhenti di sepertiga garis pertahanan lawan. Bintang asal Brasil itu juga menjemput bola dari belakang untuk memberi ruang tusukan kepada Bryan Mbeumo sebagai sayap.
Cara ini efektif membuahkan gol lawan Spurs saat Cunha mencatat assist dan Mbeumo mencetak gol. Namun persoalannya, daya jelajah luas dari Cunha membuat Man Utd kehilangan sosok nomor 9 sejati, belum lagi kurang klinis dalam urusan penyelesaian. Situs Opta mencatat Man Utd hanya membukukan empat tendangan tepat sasaran dari 12 total sepakan.
Lini tengah Man Utd juga masih jadi persoalan. Selepas ditinggal Casemiro, The Red Devils belum sepenuhnya sembuh dari luka terbuka di titik ini. Performa Youri Tielemans sejauh ini masih dipertanyakan.
Rekrutan anyar lain seperti Carlos Baleba dan Andrey Santos pun belum sepenuhnya memberi dampak signifikan. Sektor ini jadi titik paling kropos dari Man Utd.
Benteng pertahanan juga serupa demikian. Carrick memasang Lenny Yoro sebagai bek kanan karena Mazraoui cedera dan Diogo Dalot sedang menurun performanya. Bek kiri juga tanpa pelapis sepadan karena Dorgu tengah menepi.
Alhasil, Carrick harus pandai-pandai mencari solusi hampir di semua lini. Bermain imbang lawan Atletico sudah lebih dari cukup bagi Man Utd saat ini.
Man Utd perlu bekerja keras dalam membendung sektor sayap dari Atletico. Ini karena Los Rojiblancos punya pemain eksplosif baik di sisi kanan maupun kiri.
Pakem empat bek tengah jadi urat nadi pertahanan Atletico. Kuartet Marcos Llorente, Marc Pubill, Cristian Romero, dan David Hancko cukup solid dengan hanya kebobolan delapan gol hingga pekan kedelapan La Liga musim ini.
Sementara pemain sayap seperti Giuliano Simeone di kanan dan Alejandro Grimaldo di kiri sama-sama punya karakter ofensif dan berani melakukan tusukan. Ditambah dengan Lee Kang In dan Alex Baena dengan pendekatan serupa, sektor flank adalah senjata mematikan dari Atletico.
Atletico juga punya Jonathan David sebagai target man apabila Julian Alvarez tak dimainkan. Intinya, daya gedor wakil Spanyol punya banyak opsi untuk memaksa tim tamu pulang dengan tangan hampa dari pertandingan nanti.
Manchester United akan bertandang ke markas Atletico Madrid di Stadion Wanda Metropolitano pada lanjutan Liga Champions 2026/2027, Rabu (14/10) dini hari WIB. Dalam duel Los Rojiblancos versus The Red Devils, siapa tampil lebih kerdil?
Sorotan tengah mengarah kepada Man Utd akibat hasil mengecewakan di pekan keenam Premier League 2026/2027 kontra Tottenham Hotspur, akhir pekan lalu. Menghadapi tim papan bawah plus hanya 10 orang saja, Harry Maguire dan kawan-kawan justru bobol di menit akhir pertandingan.
Hasil itu lantas mempertegas keraguan terhadap Man Utd untuk kembali meniti tangga menuju kejayaan. Dari enam laga di liga domestik, baru enam poin mampu dipetik.
Di satu sisi, ada perbedaan dalam perjalanan tim asuhan Michael Carrick di pentas Eropa. Kembalinya Man Utd ke Liga Champions usai absen tiga musim beruntun diawali dengan kemenangan 4-0 atas Sabah FK. Ini bisa jadi motivasi, dapat pula berbuah bencana.
Sebab Atletico bukan tim semenjana. Benar bahwa mereka kalah dari Liverpool pada laga pembuka Liga Champions. Namun rapor tim besutan Diego Simeone di La Liga tetap berbicara.
Baru satu kali Atletico kalah dan imbang dari delapan pertandingan La Liga musim ini. Enam kemenangan membawa mereka di peringkat kedua klasemen sementara, terpaut lima angka dari Barcelona di posisi pertama.
Lee Kang In dan kawan-kawan juga mendulang empat kemenangan berturut-turut, salah satunya direbut dari derby Madrid kontra El Real. Sehingga jelas atas kertas jelang lawan Man Utd, Atletico lebih diunggulkan.
Bagi Man Utd, status tandang lawan Atletico Madrid plus terseok-seok di Premier League jadi tantangan nyata. Carrick bertanggung jawab penuh dalam perbaikan hasil laga dengan skuad apa adanya.
Ada lima pemain utama Man Utd sedang berkutat dengan cedera. Mereka adalah Benjamin Sesko, Manuel Ugarte, Matthijs De Ligt, Nossair Mazraoui, dan Patrick Dorgu. Kondisi ini memaksa opsi masing-masing lini kian membuat ragu.
Sementara di kubu Atletico, tidak ada pemain masuk daftar cedera. Diego Simeone bisa mengerahkan kekuatan maksimal untuk membuat Man Utd kembali kena mental.
Dari tinjauan situasi ini, akan menjadi hal wajar bagi Atletico untuk mengamankan kemenangan. Bukan kejutan pula jika Man Utd pada akhirnya bakal menelan kekalahan.
Tapi, mungkinkah hasil berbeda terlihat di akhir cerita?
Atletico Gas Terus, Man Utd 'Nothing To Lose'
Atletico Madrid adalah tim yang berbahaya saat bermain di kandang. (REUTERS/Juan Barbosa)
Atletico Madrid ingin memetik kemenangan perdana di Liga Champions musim ini. Karenanya, menerjunkan skuad andalan bakal jadi pilihan. Man Utd juga demikian, tapi agaknya lebih sederhana dalam menampilkan pasukan.
Melirik deretan laga sebelumnya, Michael Carrick menerapkan penyesuaian. Matheus Cunha memang berdiri sebagai ujung tombak, namun pergerakannya tak berhenti di sepertiga garis pertahanan lawan. Bintang asal Brasil itu juga menjemput bola dari belakang untuk memberi ruang tusukan kepada Bryan Mbeumo sebagai sayap.
Cara ini efektif membuahkan gol lawan Spurs saat Cunha mencatat assist dan Mbeumo mencetak gol. Namun persoalannya, daya jelajah luas dari Cunha membuat Man Utd kehilangan sosok nomor 9 sejati, belum lagi kurang klinis dalam urusan penyelesaian. Situs Opta mencatat Man Utd hanya membukukan empat tendangan tepat sasaran dari 12 total sepakan.
Lini tengah Man Utd juga masih jadi persoalan. Selepas ditinggal Casemiro, The Red Devils belum sepenuhnya sembuh dari luka terbuka di titik ini. Performa Youri Tielemans sejauh ini masih dipertanyakan.
Rekrutan anyar lain seperti Carlos Baleba dan Andrey Santos pun belum sepenuhnya memberi dampak signifikan. Sektor ini jadi titik paling kropos dari Man Utd.
Benteng pertahanan juga serupa demikian. Carrick memasang Lenny Yoro sebagai bek kanan karena Mazraoui cedera dan Diogo Dalot sedang menurun performanya. Bek kiri juga tanpa pelapis sepadan karena Dorgu tengah menepi.
Alhasil, Carrick harus pandai-pandai mencari solusi hampir di semua lini. Bermain imbang lawan Atletico sudah lebih dari cukup bagi Man Utd saat ini.
Man Utd perlu bekerja keras dalam membendung sektor sayap dari Atletico. Ini karena Los Rojiblancos punya pemain eksplosif baik di sisi kanan maupun kiri.
Pakem empat bek tengah jadi urat nadi pertahanan Atletico. Kuartet Marcos Llorente, Marc Pubill, Cristian Romero, dan David Hancko cukup solid dengan hanya kebobolan delapan gol hingga pekan kedelapan La Liga musim ini.
Sementara pemain sayap seperti Giuliano Simeone di kanan dan Alejandro Grimaldo di kiri sama-sama punya karakter ofensif dan berani melakukan tusukan. Ditambah dengan Lee Kang In dan Alex Baena dengan pendekatan serupa, sektor flank adalah senjata mematikan dari Atletico.
Atletico juga punya Jonathan David sebagai target man apabila Julian Alvarez tak dimainkan. Intinya, daya gedor wakil Spanyol punya banyak opsi untuk memaksa tim tamu pulang dengan tangan hampa dari pertandingan nanti.