CdM Indonesia di Olimpiade Remaja Kawal Atlet hingga Siapkan Nutrisi

CNN Indonesia
Rabu, 14 Okt 2026 00:40 WIB
CdM Olimpiade Remaja 2026, Ita Yuliati, berkunjung ke Pelatnas PBSI. (CNNIndonesia.com/Askar Fatih R)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tim Chef de Mission (CdM) Indonesia menerapkan pengawalan ketat bagi kontingen yang bakal berlaga di Youth Olympic Games 2026 Dakar, Senegal.

Langkah ini mencakup skema keberangkatan atlet yang bergelombang hingga penyediaan katering gizi khusus.

Ajang multi-event olahraga remaja terbesar di dunia tersebut dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober hingga 13 November 2026 mendatang. Indonesia bersiap menerjunkan para atlet muda terbaik untuk bersaing.

Pada edisi kali ini, Indonesia mengirimkan total 12 atlet yang tersebar di sembilan cabang olahraga. Sembilan olahraga yang diikuti kontingen Merah Putih adalah atletik, renang, bulu tangkis, balap sepeda, berkuda, judo, skateboard, triathlon, dan wushu.

Dari jumlah tersebut, cabor bulu tangkis hanya diwakili oleh dua atlet yakni Rayhan Pandu Aksara (tunggal putra) dan Miftaqul Putri Ayudis (tunggal putri).

CdM Indonesia Ita Yuliati menegaskan pendampingan ekstra wajib diberikan selama di Senegal. Pasalnya, para atlet remaja ini merupakan aset penting masa depan olahraga nasional.

Pihak CdM berkoordinasi intensif dengan KBRI Dakar untuk menyokong kebutuhan logistik selama ajang berlangsung. Salah satu poin utamanya adalah penyediaan katering gizi khusus bagi para atlet.

"Saat ini kami sudah berkoordinasi erat dengan pihak KBRI Dakar dan Bapak Duta Besar untuk memantau situasi di lapangan, seperti kondisi cuaca, makanan, dan hal lainnya. Kami ingin memastikan semuanya terlaksana dengan baik."

"Setiap atlet punya kebutuhan nutrisi masing-masing, termasuk pantangan makanan tertentu. Hal ini kami komunikasikan ke KBRI agar difasilitasi katering khusus," kata Ita saat meninjau persiapan cabor bulu tangkis di Pelatnas PBSI, Jakarta Timur, Selasa (13/10).

Keberangkatan rombongan Indonesia disepakati bakal dibagi ke dalam tiga kloter penerbangan. Skema ini dibuat agar para atlet dapat tiba di lokasi pertandingan empat hari lebih awal.

Kloter pertama dijadwalkan terbang pada 27 Oktober untuk empat cabor awal, termasuk bulu tangkis. Sementara kloter kedua menyusul pada 29 Oktober, dan kloter terakhir berangkat 3 November.

"Jadi, kami ingin selalu mengawal para atlet dari berangkat hingga pulang, tidak dibiarkan sendiri-sendiri seperti di beberapa ajang lainnya," ujar Ita.

"Tim CdM akan mendampingi di setiap kloter agar semuanya aman. Jangan sampai ada kendala, mereka ini kan aset negara," tambahnya.

Mengenai pencapaian, Ita menyampaikan bahwa pihak Kemenpora hingga saat ini belum menentukan target angka pasti terkait raihan medali. Terlepas dari itu Ita optimistis seluruh atlet mampu tampil maksimal berkat pemanfaatan sport science di pelatnas.

[Gambas:Video CNN]

(kar/nva)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK