Erick Beber John Herdman Ngotot Timnas Indonesia Tandang pada November

CNN Indonesia
Rabu, 14 Okt 2026 08:10 WIB
Pelatih Timnas Indonesia Jhon Herdman memberikan arahan kepada anak didiknya saat melawan Timnas Vietnam pada pertandingan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/8/2026). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/mrh/wsj.
John Herdman ingin Timnas Indonesia merasakan atmosfer laga di luar negeri jelang Piala Asia 2027. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua PSSI, Erick Thohir, mengatakan John Herdman ingin Timnas Indonesia tetap menjalani laga tandang selama FIFA Matchday November 2026.

Hal ini disampaikan Erick sebagai tanggapan dari situasi memanas kawasan Asia Barat, terutama di Arab Saudi akibat serangan peluru kendali atau rudal di Riyadh.

"Opsinya tetap tandang. Pelatih John [Herdman] ingin mempersiapkan tim untuk Piala Asia 2027 [di Arab Saudi]. Salah satu alasannya, pertandingan di sana bisa membantu para pemain merasakan atmosfer, kondisi udara, perjalanan, dan aspek logistik lainnya," kata Erick di Jakarta, Selasa (13/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Erick, laga tandang di kawasan Asia Barat dapat mendukung Ole Romeny dan kawan-kawan untuk lebih maksimal dalam persiapan. ia berpendapat, aspek non teknis seperti lingkungan sekitar juga ikut berpengaruh pada performa skuad Garuda.

"Perjalanan jauh dan kelelahan akibat bepergian juga perlu dicoba dan dievaluasi sebelum turnamen. Jadi, persiapan tersebut bukan hanya soal pertandingan di lapangan," ujarnya.

Di satu sisi, Erick juga mempertimbangkan situasi Asia Barat yang saat ini memanas. Alternatif lain jika situasi Arab Saudi dan sekitarnya tak kunjung membaik jadi pertimbangan.

Timnas Indonesia sudah lebih dulu dijadwalkan menghadapi Yordania pada agenda FIFA Matchday di Stadion Amman Internasional, Yordania, pada 13 November mendatang.

"Dalam satu hingga dua hari ke depan, kami akan menghubungi negara-negara yang sebelumnya sudah menyepakati pertandingan untuk mengetahui bagaimana kondisi keamanan di sana," ucapnya.

"Kalau mereka sendiri merasa tidak bisa menjamin keamanan, tentu kami harus mempertimbangkan kembali rencana tersebut," tutur Erick menambahkan.

[Gambas:Video CNN]

(ikw/nva)