Timur Tengah Memanas, Piala Asia 2027 Disebut Terancam Mundur ke 2028

CNN Indonesia
Selasa, 13 Okt 2026 23:15 WIB
Australia ragukan status tuan rumah Arab Saudi di tengah konfllik panas Timur Tengah. (REUTERS/Hollie Adams)
Jakarta, CNN Indonesia --

Piala Asia 2027 disebut terancam mundur ke 2028 buntut situasi kawasan Arab 'panas' akibat serangan rudal di Riyadh, Arab Saudi.

Dalam laporan kantor berita Australia, AAP, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) sedang menyusun sejumlah skenario jika kondisi di Asia Barat tak kunjung membaik. Skema penundaan jadi rencana paling dipertimbangkan.

"AAP melaporkan bahwa AFC kurang tertarik untuk mencoret Arab Saudi sebagai tuan rumah dan memindahkan lokasi turnamen ke negara lain dalam waktu dekat."

"Tapi laporan tersebut juga menyebut jika konflik tidak reda selama tiga bulan ke depan, skenario paling mungkin adalah memundurkan jadwal hingga Januari 2028," tulis laporan The Straits Times mengutip AAP.

Menanggapi situasi di Arab Saudi, Ketua PSSI Erick Thohir menaruh perhatian khusus. Terlebih Timnas Indonesia berencana bertandang ke kawasan Asia Barat untuk menjalani laga uji tanding menghadapi Yordania pada 13 November 2026.

"Opsinya tetap tandang. Pelatih John [Herdman] ingin mempersiapkan tim untuk Piala Asia 2027 [Arab Saudi]. Salah satu alasannya, pertandingan di sana bisa membantu para pemain merasakan atmosfer, kondisi udara, perjalanan, dan aspek logistik lainnya," kata Erick di Jakarta, Selasa (13/10).

Menurut Erick, laga tandang di kawasan Asia Barat dapat mendukung Ole Romeny dan kawan-kawan untuk lebih maksimal dalam persiapan. ia berpendapat, aspek non teknis seperti lingkungan sekitar juga ikut berpengaruh pada performa skuad Garuda.

"Perjalanan jauh dan kelelahan akibat bepergian juga perlu dicoba dan dievaluasi sebelum turnamen. Jadi, persiapan tersebut bukan hanya soal pertandingan di lapangan," ujarnya.

"Dalam satu hingga dua hari ke depan, kami akan menghubungi negara-negara yang sebelumnya sudah menyepakati pertandingan untuk mengetahui bagaimana kondisi keamanan di sana," ia menambahkan.

[Gambas:Video CNN]

(ikw/ikw/jun)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK