AS Roma vs Madrid: Banyak Jalan Menuju Roma, Los Merengues Bisa?
Muhammad Ikhwanuddin | CNN Indonesia
Rabu, 14 Okt 2026 12:22 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
AS Roma akan menguji kekuatan Real Madrid di Stadion Olimpico. (REUTERS/Ciro De Luca)
Kenyataan AS Roma belum terkalahkan di semua kompetisi musim ini didukung dengan torehan solid. Bagi Real Madrid, upaya merebut kemenangan jelas bakal jadi misi sulit.
Pola racikan Gian Piero Gasperini layak jadi perhatian. Jadi tim dengan jumlah kebobolan sedikit tak lepas dari peran tiga bek tengah berpengalaman yaitu Mario Hermoso, Evan Ndicka, dan Gianluca Mancini.
Trio bek tengah itu jadi benteng pertahanan AS Roma dalam dua musim terakhir. Kegemilangan mereka memberi kenyamanan lebih bagi duet Manu Kone dan Marten de Roon sebagai pengganti Bryan Cristante di lini tengah.
Kolektivitas AS Roma juga didukung dengan dua bek sayap gesit, Nahuel Molina dan Wesley França. Keduanya mampu menopang proses serangan sekaligus mendukung pertahanan saat diperlukan.
Efek dominonya terlihat dari maksimalnya dua pemain cerdik, Paulo Dybala dan Matias Soule. Keduanya saling bantu dalam mengeksploitasi ruang tembak dan umpan kunci ke arah Donyell Malen di ujung tombak.
Hasilnya, 14 gol dan hanya tiga kebobolan dari enam laga terakhir di Serie A. Namun jika bicara Liga Champions musim ini, AS Roma belum semengerikan itu sebetulnya.
AS Roma belum menang di Liga Champions 2026/2027 setelah ditahan imbang 1-1 oleh tuan rumah Fenerbahce pada laga pembuka. Statistik membuktikan kubu tamu kurang dominan.
Selain itu, AS Roma juga kewalahan saat kubu Fenerbahce menumpuk banyak pemain di sepertiga garis pertahanan lawan hingga gol terjadi akibat kesalahan membaca situasi dan pergerakan tanpa bola dari lawan.
Titik lemah ini bisa dimanfaatkan oleh Real Madrid pada laga nanti. Pemain-pemain seperti Vini Jr, Kylian Mbappe, dan Arda Guler adalah sosok cerdik dalam mencari ruang dan titik buta bagi lawan.
Dengan pendekatan pragmatis dari Jose Mourinho, besar kemungkinan Real Madrid bakal bermain lebih disiplin dalam mencegah serangan balik lawan dan pelan tapi pasti saat menyusun serangan.
Namun dengan kondisi tim sama-sama bakal mengerahkan pasukan terbaiknya, laga sulit tak akan terhindarkan. Hasil laga dengan marjin tipis akan terjadi dari laga ini.
(jal)
Jakarta, CNN Indonesia --
Real Madrid akan bertandang ke markas AS Roma pada lanjutan Liga Champions 2026/2027, Kamis (15/10) pukul 02.00 WIB. Banyak jalan untuk merebut kemenangan dari dekapan Serigala Roma, tapi apakah Los Merengues bisa melakukannya?
Duel Roma versus Real Madrid akan jadi momen reuni Jose Mourinho. Dua klub itu lekat dengan karier kepelatihan The Special One. Tapi tentunya, segala memori harus ditepikan demi merebut kemenangan.
Mourinho sudah membuktikan bahwa perihal kenangan tak boleh jadi halangan. Sebab di laga pembuka Liga Champions musim ini, Real Madrid berjumpa dengan Inter Milan, klub dengan kedekatan erat bersama juru taktik asal Portugal itu.
Real Madrid menang 2-1 atas Inter Milan. Hasil serupa bisa terjadi lagi meski AS Roma sempat berjaya dengan gelar Conference League pada 2024 bersama Mourinho.
Motivasi Los Blancos mestinya sudah pulih setelah menang 1-0 atas Villarreal usai tumbang 1-2 dari Atletico Madrid sebelum jeda internasional. Tiga poin tentu jadi incaran Kylian Mbappe dan kawan-kawan.
Vinicius Jr. tetap bisa memperkuat El Real di laga ini di tengah sanksi dua pertandingan La Liga akibat kartu merah kontra Villarreal. Lini depan Real Madrid tak ada masalah berarti karena Mbappe juga sedang prima.
Daftar pemain cedera di kubu Real Madrid termasuk bisa diatasi. Absennya Eder Militao, Ferland Mendy, Rodrygo, dan Raul Asencio bukan masalah berarti. Mourinho bisa mengerahkan kekuatan maksimal pada laga ini.
Begitu juga dengan AS Roma. Sang bomber, Donyell Malen tetap bisa berlaga di pentas Eropa walaupun terjerat hukuman larangan bertanding di Serie A akibat kartu merah saat menghadapi Como akhir pekan lalu.
Kehadiran striker berpaspor Belanda itu penting bagi I Giallorossi karena berstatus top skor sementara klub musim ini. Sudah enam gol dicetak jebolan akademi Ajax Amsterdam dan Arsenal tersebut.
Eksistensi Malen bakal sangat berarti dalam upaya memberi daya gedor di benteng pertahanan tim tamu di Stadion Olimpico. Terlebih dengan sokongan Paulo Dybala dan Lorenzo Pellegrini dalam membuka ruang dan peluang.
Itu pula penyebab Roma sedang menjanjikan di awal musim ini. Mereka belum terkalahkan dari enam laga di Serie A dengan catatan empat kemenangan dan dua hasil imbang. Secara produktivitas pun kedua terbaik sejauh ini di Liga Italia dengan 14 gol dan hanya kebobolan tiga kali saja.
Praktis laga AS Roma versus Real Madrid bakal sama-sama bikin sulit. Siapa bakal keluar sebagai pemenang dari laga ini?
Roma Solid, Real Madrid Bisa Sulit
AS Roma akan menguji kekuatan Real Madrid di Stadion Olimpico. (REUTERS/Ciro De Luca)
Kenyataan AS Roma belum terkalahkan di semua kompetisi musim ini didukung dengan torehan solid. Bagi Real Madrid, upaya merebut kemenangan jelas bakal jadi misi sulit.
Pola racikan Gian Piero Gasperini layak jadi perhatian. Jadi tim dengan jumlah kebobolan sedikit tak lepas dari peran tiga bek tengah berpengalaman yaitu Mario Hermoso, Evan Ndicka, dan Gianluca Mancini.
Trio bek tengah itu jadi benteng pertahanan AS Roma dalam dua musim terakhir. Kegemilangan mereka memberi kenyamanan lebih bagi duet Manu Kone dan Marten de Roon sebagai pengganti Bryan Cristante di lini tengah.
Kolektivitas AS Roma juga didukung dengan dua bek sayap gesit, Nahuel Molina dan Wesley França. Keduanya mampu menopang proses serangan sekaligus mendukung pertahanan saat diperlukan.
Efek dominonya terlihat dari maksimalnya dua pemain cerdik, Paulo Dybala dan Matias Soule. Keduanya saling bantu dalam mengeksploitasi ruang tembak dan umpan kunci ke arah Donyell Malen di ujung tombak.
Hasilnya, 14 gol dan hanya tiga kebobolan dari enam laga terakhir di Serie A. Namun jika bicara Liga Champions musim ini, AS Roma belum semengerikan itu sebetulnya.
AS Roma belum menang di Liga Champions 2026/2027 setelah ditahan imbang 1-1 oleh tuan rumah Fenerbahce pada laga pembuka. Statistik membuktikan kubu tamu kurang dominan.
Selain itu, AS Roma juga kewalahan saat kubu Fenerbahce menumpuk banyak pemain di sepertiga garis pertahanan lawan hingga gol terjadi akibat kesalahan membaca situasi dan pergerakan tanpa bola dari lawan.
Titik lemah ini bisa dimanfaatkan oleh Real Madrid pada laga nanti. Pemain-pemain seperti Vini Jr, Kylian Mbappe, dan Arda Guler adalah sosok cerdik dalam mencari ruang dan titik buta bagi lawan.
Dengan pendekatan pragmatis dari Jose Mourinho, besar kemungkinan Real Madrid bakal bermain lebih disiplin dalam mencegah serangan balik lawan dan pelan tapi pasti saat menyusun serangan.
Namun dengan kondisi tim sama-sama bakal mengerahkan pasukan terbaiknya, laga sulit tak akan terhindarkan. Hasil laga dengan marjin tipis akan terjadi dari laga ini.