ANALISIS

Vinicius yang Mulai Memudar di Real Madrid

Askar Fatih Robbani | CNN Indonesia
Jumat, 16 Okt 2026 10:39 WIB
Soccer Football - LaLiga - Real Madrid v Deportivo Alaves - Santiago Bernabeu, Madrid, Spain - April 21, 2026 Real Madrid's Vinicius Junior celebrates scoring their second goal REUTERS/Isabel Infantes
Vinicius Junior mulai hilang ketajaman di Real Madrid. (REUTERS/Isabel Infantes)
Jakarta, CNN Indonesia --

Posisi starter Vinicius Junior di Real Madrid kian mengambang setelah ketajamannya perlahan memudar. Kini, Jose Mourinho juga tak segan memarkir Vini di bangku cadangan atau menarik keluar di tengah pertandingan.

Puncaknya terjadi saat Real Madrid melawat ke markas AS Roma di Stadio Olimpico, Kamis (15/10) dini hari WIB. Sang winger ditarik keluar tanpa catatan gol maupun assist.

Vinicius bermain sekitar satu jam sebelum diganti, dan selama itu ia gagal menciptakan peluang maupun melepaskan tembakan ke gawang. Parahnya juga, tak ada satu pun dribel sukses yang tercipta dari kaki pemain berusia 26 tahun itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu gol Donyell Malen bahkan bermula dari kesalahan Vinicius. Ia kehilangan bola saat mencoba tipuan dengan tumit. Roma sontak menghukum kesalahan itu dengan gol. Tuan rumah unggul 3-1.

Vinicius meluapkan kekesalannya dengan membanting gelang keringat ke tanah saat meninggalkan lapangan. Ia dilaporkan sempat bertanya, "Mengapa dia [Mourinho] mengeluarkan saya?", sebelum ditenangkan staf pelatih.

Keputusan Mourinho ternyata berbuah manis. Arda Guler dan Endrick masuk sekitar menit ke-59, lalu tiga gol dalam tujuh menit terakhir lewat Carlos Espi, Endrick, dan Antonio Rudiger membuat Los Merengues mengunci kemenangan 4-3.

Usai laga, Mourinho mengaku tak menyukai gestur Vinicius tetapi memahami rasa frustrasinya. The Special One, julukan Mou, juga punya alasan untuk tenang. Sebab, Yan Diomande melepas assist untuk gol Kylian Mbappe saat Vinicius masih di lapangan.

Musim ini Vinicius baru mengemas satu gol dan tiga assist dalam sembilan laga. Di La Liga saja, 585 menit bermainnya hanya berbuah satu gol.

Satu-satunya gol itu lahir ke gawang Real Sociedad, padahal di laga yang sama ia sempat disoraki sebagian suporter pada babak pertama. Bernabeu tampak menyimpan rasa kecewa yang belum juga reda.

Siulan cemooh kembali terdengar saat Vinicius ditarik pada menit ke-87 laga kontra Inter Milan. Mourinho memeluknya di pinggir lapangan. Mou kemudian menyebut Vinicius yang sering jadi penentu musim lalu belum kembali, tetapi akan datang.

Lawan Villarreal, Mourinho mencadangkan Vinicius dan memasang Yan Diomande di sayap kiri. Vinicius masuk di babak kedua, golnya dianulir VAR, lalu ia diusir wasit karena menjambak rambut Nathan Saliba.

Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) menjatuhkan skorsing empat laga Liga Spanyol, sehingga Vinicius absen melawan Sevilla, Barcelona, Racing Santander, dan Valencia. Upaya Madrid meringankan hukuman tak membuahkan hasil. Vini baru bisa kembali dalam laga kontra Celta Vigo.

Mourinho sempat menyebut pencadangan lawan Villarreal sebagai cara melindungi Vinicius setelah laga kontra Atletico yang ia mulai sebagai starter. Di Roma, perlindungan itu berganti keputusan tegas menariknya saat Madrid sedang tertinggal.

Rentetan masalah ini memunculkan pertanyaan lama yang belum terjawab. Apakah Vinicius hanya sedang terpuruk, atau ketajamannya memang mulai menghilang sejak Mbappe datang?

Ketika Mbappe Datang, Posisi Vinicius Terancam Goyang BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2