ANALISIS

Vinicius yang Mulai Memudar di Real Madrid

Askar Fatih Robbani | CNN Indonesia
Jumat, 16 Okt 2026 10:39 WIB
Soccer Football - LaLiga - Real Madrid v Villarreal - Estadio Bernabeu, Madrid, Spain - October 10, 2026 Real Madrid's Kylian Mbappe in action with Villarreal's Pau Navarro REUTERS/Alejandro Martinez Velez
Kylian Mbappe menjadi protagonis utama di lini depan Real Madrid. (REUTERS/Alejandro Martinez Velez)

Vinicius pernah berada di puncak ketajamannya bersama Karim Benzema pada 2021/2022, dengan 22 gol dan 16 assist di semua ajang. Opta bahkan mencatat keduanya saling memberi assist 18 kali musim itu.

Teori bahwa kepergian Benzema jadi biang masalah tak sepenuhnya cocok dengan data. Tanpa Benzema, Vinicius mencetak 24 gol dan 9 assist dari 39 laga pada 2023/2024, termasuk gol di final Liga Champions.

Persoalan mulai terasa saat Mbappe tiba pada 2024/2025. Megabintang asal Brasil itu hanya mengemas enam gol dan lima assist sejak awal 2025 saat itu. Walaupun pada akhirnya Vini menutup musim dengan catatan 22 gol dan 16 assist di semua ajang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Vinicius dan Mbappe sama-sama paling nyaman bermain dari sisi kiri lini serang. Benturan posisi itu sejak awal dinilai berpotensi menjadi mimpi buruk taktik Los Galacticos.

Grafik Vinicius sempat naik-turun musim lalu, dengan tujuh gol dan delapan assist dari 33 laga di era Xabi Alonso. Ia bangkit di bawah Alvaro Arbeloa dan menutup musim dengan 22 gol serta 11 assist dari 59 pertandingan.

Karena itu, anjloknya performa musim ini terasa lebih mencolok. Satu gol dan tiga assist dalam sembilan laga jauh dari standar pemain yang baru menutup musim dengan 22 gol.

Madrid pun belum sepenuhnya meyakinkan di bawah Mourinho, dengan 18 gol per akhir September dan tujuh di antaranya lahir dari aksi Mbappe.

Di atas kertas, masa depan Vinicius sebenarnya aman. Ia meneken kontrak sampai Juni 2032. Gajinya pun mengalami eskalasi signifikan, sekitar 24-25 juta euro (Rp495-516 miliar) per musim, naik dari sekitar 17 juta euro (Rp351 miliar).

Ironisnya, performanya justru memble setelah tinta kontrak mengering. Lemparan pertanyaan dari jagat maya pun bermunculan. Apakah gaji besar otomatis berarti harus bermain, bahkan jadi starter?

Sebelum perpanjangan, Arsenal sempat dikabarkan memantau peluang merekrutnya. Kini ikatan hingga 2032 membuat Madrid punya kendali penuh atas nasib sang pemain.

Persaingan di lini depan pun makin ramai, dengan Diomande, Endrick, Espi, dan Guler yang sama-sama menunjukkan taring. Rodrygo masih belum bisa bermain, tetapi nama-nama baru itu membuat posisi Vinicius tak lagi otomatis aman.

El Clasico di Camp Nou, 25 Oktober waktu setempat, akan berlangsung tanpa Vinicius, lalu Leipzig dan AEK jadi panggung penebusan di Liga Champions. Masa depannya mungkin belum habis, tetapi posisi utamanya perlahan terkikis.

(jal)

HALAMAN:
1 2