Pemain Arsenal Mikel Merino Mengaku Beruntung Masih Hidup
Pemain Arsenal, Mikel Merino mengaku dirinya beruntung masih hidup sampai dengan saat ini.
Merino pernah mengalami episode mengerikan dalam hidupnya. Hal itu terjadi saat masih berseragam Borussia Dortmund.
Bus tim yang ditumpangi Mikel Merino dan kawan-kawan menjadi sasaran serangan bom pada 2017. Gelandang asal Spanyol itu mengaku perubahan tempat duduk pada hari itu membuatnya terhindar dari kemungkinan terkena serpihan ledakan.
Merino saat itu masih berusia 20 tahun dan sedang memperkuat Dortmund. Ia mengungkapkan pengalaman tersebut dalam tulisan yang diterbitkan The Players' Tribune, termasuk keyakinannya bahwa ada sesuatu yang melindunginya dari bahaya.
"Saya merasa seperti memiliki malaikat pelindung. Saya benar-benar beruntung masih hidup," ujar Merino kepada The Players' Tribune dikutip dari Daily Mail, Kamis (15/10).
Serangan itu terjadi pada 11 April 2017 ketika bus Dortmund menuju stadion untuk menghadapi AS Monaco pada perempat final Liga Champions. Tiga bom rakitan meledak di dekat bus, menyebabkan bek Marc Bartra mengalami cedera pergelangan tangan dan seorang polisi turut terluka.
Merino mengingat ledakan yang mengguncang bus hingga hampir terguling. Ia juga melihat darah, asap, dan mendengar teriakan setelah serangan tersebut terjadi.
"Suara ledakannya sangat memekakkan telinga, lalu saya ingat bus hampir terguling. Saya menoleh ke belakang dan melihat darah di lantai. Ada asap dan teriakan. Malam itu, saya berada di rumah sakit menunggu Marc Bartra, yang mengalami luka parah di pergelangan tangannya," kata Merino.
Sehari setelah kejadian, Merino baru mengetahui betapa dekat dirinya dengan bahaya. Sebuah serpihan bom berukuran besar ternyata menancap pada sandaran kepala kursi di sebelah Bartra, tempat yang biasanya ia duduki di dalam bus.
"Kursi itu adalah tempat duduk saya biasanya. Namun, hari itu kursinya kosong. Kaki saya terasa agak kaku dan kursi di bagian depan bisa direbahkan, jadi saya memilih duduk di sana. Keputusan itu mungkin telah menyelamatkan nyawa saya," tutur Merino.
Merino pun meyakini perubahan tempat duduk tersebut bukan sekadar kebetulan. Pengalaman itu membekas dalam hidupnya dan membuatnya memandang kejadian-kejadian yang dialami dengan keyakinan bahwa setiap peristiwa memiliki alasan.
"Jadi, ya, saya memang percaya bahwa segala sesuatu terjadi karena suatu alasan," kata Merino.
Serangan tersebut membuat pertandingan Dortmund melawan Monaco ditunda hingga keesokan harinya. Sang pelaku, Sergej Wenergold, kemudian dijatuhi hukuman 14 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah atas serangan yang menargetkan bus tim Dortmund.
(nam/jal)