Statistik Ngeri Timnas Futsal Indonesia: 22 Tembakan dalam 1 Babak
Terlepas kekalahan dari Cape Verde dalam Copa das Nacoes de Futsal 2026, Sabtu (17/10) pagi, Timnas Futsal Indonesia memiliki catatan statistik yang mencengangkan.
Andarias Kareth dan kawan-kawan kembali harus menerima hasil buruk. Setelah kalah 0-3 dari Brasil, Timnas Futsal Indonesia takluk 0-2 dari Cape Verde.
Pelatih Hector Souto menerangkan anak asuhnya tidak bisa langsung memberikan perlawanan terbaik sejak menit awal. Skuad Garuda baru bisa tampil optimal setelah time out.
"Ya, menurut saya pada 10 menit pertama kami sama sekali tidak terlihat di dalam pertandingan, itulah kenyataannya. Rasanya seperti kami tidak menyadari bahwa kami harus bersaing sejak menit awal, sehingga kami membiarkan skor menjadi 2-0," ucap Souto dalam rekaman keterangan pers dari Federasi Futsal Indonesia.
"Setelah time out, kami bisa memperbaiki situasi dan saya rasa kami bermain sangat baik selama 30 menit-30 menit yang sangat baik, atau benar-benar bagus. Tentu saja mereka juga memiliki peluang melalui transisi dan sebagainya, tetapi itulah gambaran umumnya," kata Souto menambahkan.
Pelatih asal Spanyol itu juga membeberkan statistik soal kinerja ofensif tim Merah Putih pada babak kedua yang menghasilkan lebih dari 20 tembakan.
"Di babak kedua, kami melepaskan 22 tembakan, sementara mereka hanya melepaskan 6 tembakan. Sebanyak 22 kali berbanding 6 kali."
"Untuk babak pertama saya memang belum memegang datanya, tetapi secara keseluruhan saya rasa kami melakukan penyelesaian akhir hampir dua kali lipat lebih banyak daripada mereka, atau bahkan lebih. Kurang lebih kami melakukan sekitar 50 tembakan dan mereka maksimal hanya sekitar 20 tembakan," terang Souto.
Statistik tembakan yang tidak berujung gol itu hanya menghasilkan kekecewaan bagi Souto. Selanjutnya Timnas Futsal Indonesia akan bertemu dengan Peru pada perebutan peringkat kelima dalam Copa das Nacoes de Futsal 2026.
"Inilah kenyataannya, kami harus memperbaikinya dan kami semua harus bekerja keras untuk mengatasinya. Tidak banyak lagi yang bisa disampaikan," tukas Souto.
(nva/nva)