2 TAHUN PRABOWO-GIBRAN

Stimulasi Gelimang Bonus di Balik Prestasi Olahraga Indonesia

CNN Indonesia
Selasa, 20 Okt 2026 11:37 WIB
Rahmat Erwin Abdullah meraih medali emas kedua Indonesia dari cabang olahraga angkat besi nomor 74kg putra Asian Games 2026, Sabtu (26/9).  (NOC Indonesia/NMA)
Rahmat Erwin Abdullah berhasil merebut medali emas Asian Games 2026. (NOC Indonesia/NMA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Indonesia di bawah kepimpinan Prabowo Subianto memainkan peran penting di balik keberhasilan kontingen Indonesia menuai sukses di multi event seperti SEA Games 2025, Asian Games 2026, ASEAN Para Games, dan Asian Paragames.

Dalam Asian Games 2026, Indonesia memasang target empat medali emas. Begitu Asian Games berakhir, kontingen Indonesia pulang dengan catatan 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu.

Catatan tersebut jadi salah satu indikasi keberhasilan Indonesia di ajang Asian Games. Pencapaian tersebut bahkan diwarnai sejumlah rekor-rekor impresif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satunya, sukses Rahmat Erwin Abdullah memecahkan rekor dunia saat merebut emas Asian Games. Desak Made Rita Kusuma Dewi memecahkan rekor Asian Games, sedangkan Nurisa Dian Ashrifah mencatat sejarah sebagai atlet panahan Indonesia pertama yang merebut emas Asian Games.

Di badminton, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dan Tim Beregu Putra mengembalikan muruah badminton Indonesia di level Asia. Leo/Daniel merebut emas ganda putra sedangkan Tim Beregu Putra kembali jadi yang terbaik di Asian Games setelah 28 tahun berselang.

Sukses atlet-atlet di Asian Games tak lepas dari iming-iming bonus yang diberikan oleh pemerintah. Untuk peraih emas Asian Games 2026 ini, pemerintah Indonesia sudah menjanjikan bonus sebesar Rp3 miliar.

[Gambas:Video CNN]

Jumlah ini jelas jauh lebih besar dibandingkan bonus empat tahun lalu. Saat itu, peraih medali emas diberikan bonus sebesar Rp1,575 miliar. Artinya, bonus untuk Asian Games 2026 ini nyaris dua kali lipat dibandingkan bonus Asian Games empat tahun lalu.

Hal serupa sebenarnya sudah terjadi di SEA Games 2025. Saat itu bonus untuk atlet perorangan yang memenangkan emas SEA Games mencapai Rp1 miliar. Jumlah itu terbilang fantastis karena di edisi sebelumnya, SEA Games 2023, bonus peraih medali emas perorangan ada di angka Rp525 juta. Artinya, hampir ada kenaikan dua kali lipat dalam hal bonus SEA Games.

Pemerintah Indonesia di era Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka juga memberikan perlakuan sama untuk atlet-atlet difabel. Bonus ASEAN Para Games 2025 diberlakukan sama besarnya dengan penerima bonus SEA Games 2025.

Presiden Prabowo Subianto disaksikan atlet skateboard Basral Graito (kedua kanan) dan atlet triathlon Martina Ayu Pratiwi (kanan) memberikan arahan saat penyerahan bonus kepada atlet peraih medali pada SEA Games Thailand di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/1/2025). Pemerintah menyerahkan bonus senilai Rp465,25 miliar kepada seluruh atlet dan ofisial Indonesia peraih medali pada ajang SEA Games Thailand 2025. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.Prabowo Subianto saat memberikan bonus untuk peraih medali SEA Games 2025. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak)

Pemerintah Indonesia coba mendorong dan membangkitkan semangat dan motivasi atlet Indonesia lewat stimulasi bonus yang jumlahnya jauh lebih besar. Hal tersebut terbukti bisa jadi motivasi tambahan bagi atlet untuk mengharumkan nama Indonesia.

Di luar pemberian bonus yang fantastis, harus disadari bahwa olahraga belum sepenuhnya jadi fokus utama di Indonesia. Anggaran untuk olahraga Indonesia khususnya Kemenpora hanya mengambil porsi sangat kecil dari APBN secara keseluruhan.

Menpora Erick Thohir (kiri) berjabat tangan dengan atlet Indonesia saat acara Pengukuhan Tim Indonesia untuk Asian Games 2026 di Wisma Serba Guna Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Indonesia mengirimkan 430 atlet dan 145 ofisial dari 35 cabang olahraga untuk bertanding dalam Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. ANTARA FOTO/Fauzan/wsj.Erick Thohir saat ini merupakan Menteri Pemuda dan Olahraga dalam Kabinet Merah Putih. (ANTARA FOTO/FAUZAN)

Bila anggaran untuk olahraga bisa ditingkatkan, tentunya pembinaan untuk tiap cabang olahraga akan bisa lebih maksimal. Pembinaan berkala bisa berlangsung sepanjang tahun ke lebih banyak cabang olahraga.

Tentunya juga hal itu bakal berkaitan dengan pelaksanaan program-program yang telah disusun sehingga tidak berada dalam ancaman pembatalan.

Dengan demikian, harapan melihat atlet-atlet berprestasi di level internasional akan terbuka lebih lebar.

(ptr/ptr/nva)