Bos Ducati: MotoGP Australia Batal, Marquez Gagal Menjauh di Puncak

CNN Indonesia
Senin, 26 Okt 2026 09:08 WIB
Marc Marquez gagal menjauh dari Jorge Martin usai MotoGP Australia dibatalkan.
Marc Marquez gagal menjauh dari Jorge Martin usai MotoGP Australia dibatalkan. (AFP/WILLIAM WEST)
Jakarta, CNN Indonesia --

Manajer Tim Ducati Davide Tardozzi mengatakan Marc Marquez kehilangan peluang menjauh di puncak klasemen setelah MotoGP Australia 2026 di Sirkuit Phillip Island dibatalkan, Minggu (25/10).

Marc Marquez gagal mengamankan keunggulan telak atas Jorge Martin setelah MotoGP Australia 2026 dibatalkan karena cuaca buruk.

Hujan deras yang mengguyur Phillip Island menghalangi jarak pandang helikopter medis sebagai salah satu sarana penting balapan tersebut. Karena itu MotoGP Australia harus dibatalkan karena 'kehilangan' salah satu sarana utamanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan dibatalkannya MotoGP Australia, Marquez yang kini unggul 10 poin atas Martin tidak bisa memperlebar jarak. Marquez punya peluang unggul telak jika memenangkan MotoGP Australia. Pasalnya, Martin absen dalam balapan itu karena cedera.

"Tidak diragukan lagi, ini adalah peluang yang terbuang bagi kami, tetapi keselamatan adalah yang utama," ujar Tardozzi dikutip dari Motorcyclesports.

Tardozzi mengakui membatalkan MotoGP Australia jadi keputusan logis mengingat helikopter medis tidak bisa beroperasi.

[Gambas:Video CNN]

"Helikopter tidak bisa terbang dalam kondisi seperti ini, jadi membatalkan balapan adalah keputusan yang logis," ucap Tardozzi.

Pada akhir pekan Phillip Island terus diguyur hujan. Kondisi trek jauh dari ideal untuk balapan sengit. Namun dengan lintasan basah, Marquez tetap dijagokan menang.

"Marc jelas merupakan favorit dalam kondisi seperti ini, namun melangsungkan balapan tanpa dukungan evakuasi medis dan dalam cuaca sedingin itu akan sangat berbahaya."

"Marc tahu dia bisa menang dan meraih 25 poin, tetapi keselamatan harus tetap diutamakan," tutur Tardozzi.

(sry/nva)