Jalan Terjal Harry Kane, Merintis dari Bawah Hingga Sabet Ballon d'Or

CNN Indonesia
Selasa, 27 Okt 2026 09:08 WIB
Soccer Football - Ballon d'Or - London Palladium, London, Britain - October 26, 2026 Bayern Munich's Harry Kane makes a speech after winning the men's Ballon d'Or award Action Images via Reuters/Matthew Childs
Harry Kane merintis karier sepak bola dari kasta ketiga Liga Inggris (Action Images via Reuters/Matthew Childs)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bintang timnas Inggris, Harry Kane harus melewati jalan terjal dalam merintis karier hingga akhirnya bisa memenangkan Ballon d'Or 2026.

Pemain kelahiran London, 28 Juli 1993 itu mengawali perjalanan di sepak bola bersama akademi Ridgeway Rovers pada 1999 sebelum bergabung ke akademi Arsenal pada 2001.

Sempat kembali ke Ridgeway Rovers pada 2002 dan pindah ke Watford (2004), Kane melanjutkan lembaran ke akademi Tottenham Hotspur pada 2004 hingga 2010. Setelah bergabung ke Spurs, pemain keturunan Irlandia itu sempat dipinjamkan ke berbagai klub.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harry Kane merintis dari kasta ketiga Liga Inggris saat dipinjamkan ke Leyton Orient FC selama lima bulan pada 2011. Kane kemudian dialihkan ke Millwall di divisi Championship pada awal 2012.

Lalu pada Agustus 2012, giliran Norwich City meminjam jasa Kane untuk mengarungi Premier League 2012/2013. Namun bakatnya belum muncul ke permukaan karena hanya tampil lima kali tanpa gol.

[Gambas:Video CNN]

Spurs kemudian mengalihkan Harry Kane ke Leicester City pada awal 2013. Di sinilah titik balik karier Kane sebagai ujung tombak cukup terbukti dengan dua gol dari 15 penampilan.

Kane kemudian dikembalikan ke Spurs jelang musim 2013/2014. Keputusan pelatih Andre Villas-Boas mempercayakan posisi nomor 9 dipegang maksimal oleh Kane.

Meski Villas-Boas hanya separuh musim bersama Spurs, Kane tetap jadi ujung tombak andalan hingga mempersembahkan 12 gol dan tujuh assist dari 27 penampilan di semua kompetisi pada musim 2013/2014.

Sejak saat itu Kane jadi penghuni tetap lini depan The Lilywhites. Ia bertahan di London Utara selama 10 musim dengan rapor 280 gol dan 63 assist dari 435 penampilan.

Harry Kane kemudian membuka lembaran baru ke Bundesliga bersama Bayern Munchen. Meski sudah memasuki usia senja dalam lingkup pesepakbola, Kane tetap tajam di lini depan.

Sejauh ini Kane sudah mencetak 156 gol dari 159 pertandingan. Di samping itu, Kane juga mempersembahkan dua gelar Bundesliga, satu DFB Pokal, dua Super Cup German, dan dua trofi sepatu emas Eropa.

Di level internasional, Kane mencatat debut di timnas Inggris pada 2015 dan jadi kapten sejak 2018. Sejauh ini, Kane sudah menyarangkan 91 gol dari 125 caps bersama The Three Lions.

Kane kembali jadi sorotan setelah mencetak 73 gol dari 65 pertandingan di musim 2025/2026 untuk Bayern Munchen dan timnas Inggris di Piala Dunia 2026. Catatan itu plus trofi yang diraih Bayern dan keberhasilan Inggris menempati peringkat ketiga di Piala Dunia 2026 dipandang jadi faktor utama Kane memenangkan Ballon d'Or 2026.

(ikw/jal)