Apakah 122.287 Poin Milik An Se Young Jadi Poin Maksimal bagi Dirinya?

CNN Indonesia
Jumat, 30 Okt 2026 06:35 WIB
Badminton - BWF World Championships - Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, India - August 23, 2026 South Korea's An Se Young celebrates after winning the women's final against Japan's Akane Yamaguchi REUTERS/Bhawika Chhabra
An Se Young tampil dominan di tahun ini. (REUTERS/Bhawika Chhabra)
Jakarta, CNN Indonesia --

An Se Young juara di dua turnamen Eropa, Denmark Open dan French Open namun poinnya tak bertambah. Apakah 122.287 poin milik An Se Young sudah jadi poin maksimal bagi dirinya di ranking BWF?

An Se Young melanjutkan dominasinya di nomor tunggal putri. Ia jadi yang terbaik di Denmark Open lalu tak terhentikan di French Open untuk berdiri di podium tertinggi.

Meski memenangkan dua turnamen kategori Super 750 tersebut, catatan 122.287 milik An Se Young tidak berubah. Apakah 122.287 poin milik An Se Young itu sudah jadi poin maksimal bagi dirinya dalam ranking BWF?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawabannya adalah belum.

Dalam sistem ranking BWF, poin yang tercantum adalah hasil dari 10 turnamen terbaik. An Se Young mencatat 122.287 poin yang didapat dari 10 turnamen yang ia menangkan dalam 52 pekan terakhir. Bahkan dua turnamen yang baru ia menangkan, Denmark Open 2026 dan French Open 2026, belum masuk dalam hitungan karena masih ada turnamen level Super 750 yang ia menangkan lebih dulu di dalam daftar.

Poin An Se Young terasa makin besar karena ada tiga kejuaraan besar di tahun ini yaitu Kejuaraan Asia (12 ribu poin), Kejuaraan Dunia (14.500 poin), dan Asian Games (12 ribu poin). Momen ini tak akan terjadi tiap tahun lantaran Asian Games digelar tiap empat tahun sekali. Ia memenangkan seluruh kejuaraan tersebut di tahun ini ditambah kemenangan di BWF World Tour Finals (14 ribu) pada akhir tahun lalu.

[Gambas:Video CNN]

Ajang Asian Games memang jadi pembeda, bahkan bila dibandingkan tahun Olimpiade. Pasalnya bila Olimpiade digelar, Kejuaraan Dunia Badminton ditiadakan sehingga status poin maksimalnya bakal serupa, tidak seperti saat tahun digelarnya Asian Games.

Kehadiran Asian Games yang punya poin setara turnamen Super 1000 membuat di tahun 2026 ada enam turnamen bergaransi poin 12 ribu. Selain Kejuaraan Asia, empat lainnya adalah Malaysia Open, All England, Indonesia Open, dan China Open.

Di momen inilah, An Se Young punya 'celah'. Ia 'hanya' jadi runner up All England 2026 dan tidak bisa mendapat poin maksimal 12 ribu. Artinya, ada satu poin maksimal dari Super 1000 yang tidak didapat oleh An Se Young.

Kesempatan An Se Young untuk menembus poin maksimal versi dirinya akan terbuka hingga Maret mendatang. Bila ia memenangkan All England 2027, An Se Young punya kans mencapai poin maksimal dalam ranking BWF.

Tetapi bukan hanya All England 2027 yang harus dimenangkan. Sebelumnya, An Se Young harus mempertahankan gelar juara di BWF World Tour Finals 2026 dan Malaysia Open 2027. Dengan demikian, An Se Young masih mempertahankan poin maksimal yang ia dapat di edisi sebelumnya dan tak kehilangan poin.

Jika semua lancar, lalu berapa poin maksimal An Se Young dalam ranking BWF?

Hanya bertambah 1.000 dari poin An Se Young saat ini. Karena 12 ribu poin yang bisa dimenangkan dari All England 2027 akan menggantikan salah satu poin juara Super 750 yang bernilai 11 ribu. Artinya ada surplus 1.000 poin sehingga poin maksimal yang bisa didapat adalah 123.287 poin.

Apakah poin 123.287 itu bakal jadi poin tertinggi itu jadi poin tertinggi sepanjang sejarah ranking BWF?

Belum. Rekor poin tertinggi dipegang Kim Won Ho/Seo Seung Jae dengan catatan 123.905 yang dibukukan pada 14 April 2026. 

Meski An Se Young punya keuntungan kehadiran Asian Games dalam tabel poin miliknya, ada perbedaan di poin dari turnamen beregu. Kim/Seo meraup total 14.405 poin dari Piala Sudirman 2025 sedangkan An Se Young hanya mendapat 12.787 poin dari Piala Uber 2026. Itulah yang jadi pembeda.

(ptr/jal)
LIHAT SELENGKAPNYA