Panitia Porprov Jateng 2026 mengungkap alasan 22 peserta harus dirujuk ke Rumah Sakit (RS) hingga salah satu atlet catur cedera di bagian kepala.
Ketua Seksi Kesehatan PB Porprov Jateng, Elhamangto Zuhdan mengatakan pihaknya mendapat laporan total 157 atlet dengan masalah kesehatan. Dari jumlah itu, terdapat 22 atlet harus mendapat perawatan di RS dan salah satunya atlet catur.
"Kondisi terakhir 157 kasus, untuk rawat jalan di pos kesehatan ada 121 kasus, harus dirujuk 22 kasus, dan observasi di pos kesehatan ada 14 kasus. Data ini masih bersifat dinamis sesuai dengan yang dilaporkan teman-teman di lapangan," kata Zuhdan dikutip dari Detik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zuhdan mengatakan, cedera pemain usai bertanding di Porprov Jateng 2026 bermacam-macam. Beberapa di antaranya adalah patah tulang hidung dan pendarahan di wajah.
"Yang dirujuk yang banyak adalah kasus-kasus seperti di Kota Salatiga seperti patah tulang hidung, kemudian ada beberapa pendarahan di bagian muka," ucapnya.
Zuhdan juga menyebut ada atlet yang cedera dari cabor catur. Atlet tersebut, lanjutnya, mengalami cedera robek di kepala karena terjatuh di toilet.
"Ada salah satu yang tidak diduga pada cabang olahraga catur. Terjadi luka robek di kepala karena terjatuh saat melakukan aktivitas di toilet. Bukan karena catur," ujarnya.
Sementara, Sekretaris Umum KONI Jateng, Budi Santoso menyatakan pihaknya bakal melakukan evaluasi secara menyeluruh dalam penyelenggaraan Porprov Jateng.
"Semalam adalah evaluasi menyeluruh yang dihadiri Pak Kadispora juga dan seluruh tim delegat dan ketua pengurus provinsi cabang olahraga," ucap Budi.
Ia menyampaikan, evaluasi itu menjadi bahan untuk meningkatkan standar operasional prosedur (SOP), khususnya terkait keselamatan atlet. Ambulans hingga tenaga dokter dan paramedis di lokasi pertandingan juga akan ditambah.