Polda Banten Imbau Jakmania Tak Nekat Hadir di Dewa United vs Persija

CNN Indonesia
Jumat, 30 Okt 2026 18:01 WIB
Suasan pertandingan Persija Jakarta melawan PSIM Yogyakarta dalam pertandingan lanjutan Super League 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat, 28 November 2025.
The Jakmania saat mendukung Persija Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polda Banten mengimbau The Jakmania untuk tidak datang langsung ke Banten International Stadium (BIS) saat pertandingan antara Persija Jakarta menghadapi Dewa United Banten FC pada pekan kedelapan Super, Sabtu (31/10).

Imbauan tersebut disampaikan menyusul sanksi Komite Disiplin (Komdis) PSSI terhadap Persija berupa larangan kehadiran suporter dalam enam pertandingan tandang atau selama setengah musim kompetisi BRI Super League 2026/2027.

Sanksi itu dijatuhkan buntut kericuhan yang melibatkan kelompok suporter Persija Jakarta dan Persita Tangerang dalam pertandingan di Banten International Stadium pada 17 Oktober 2026. Keputusan tersebut tertuang dalam hasil sidang Komdis PSSI pada 20 Oktober 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea meminta seluruh suporter Persija menghormati keputusan tersebut dengan tidak memaksakan diri datang ke stadion, baik menggunakan atribut kelompok suporter maupun secara pribadi.

"Kami mengimbau kepada seluruh suporter Persija Jakarta, khususnya The Jakmania, untuk mematuhi dan menghormati sanksi yang telah ditetapkan oleh Komdis PSSI. Kami berharap tidak ada suporter tim tamu yang datang ke Banten International Stadium untuk menyaksikan pertandingan secara langsung," kata Maruli dalam keterangannya, Jumat (30/10).

Sebagai alternatif, suporter tetap dapat memberikan dukungan kepada tim kebanggaannya melalui kegiatan nonton bareng (nobar) di tempat masing-masing dengan tetap menjaga ketertiban, tidak melakukan konvoi yang berpotensi mengganggu masyarakat, serta tidak melakukan tindakan provokatif.

Maruli pun mengajak seluruh suporter untuk tetap mendukung tim kesayangannya dengan cara yang positif dan bertanggung jawab.

[Gambas:Video CNN]

"Silakan memberikan dukungan melalui kegiatan nonton bareng di tempat masing-masing. Kami mengajak seluruh pihak untuk tidak mudah terprovokasi, tidak melakukan konvoi yang dapat mengganggu ketertiban umum, serta menghindari tindakan yang dapat memicu kesalahpahaman maupun gesekan antarsuporter," tutur dia.

Lebih lanjut, Maruli juga menegaskan bahwa sepak bola seharusnya menjadi sarana hiburan dan pemersatu masyarakat, bukan justru menjadi pemicu perselisihan.

"Jadikan sepak bola sebagai ajang mempererat persaudaraan. Menang atau kalah merupakan bagian dari pertandingan, tetapi menjaga persatuan, keselamatan, dan ketertiban merupakan tanggung jawab kita bersama," tutur dia.

"Mari kita tunjukkan bahwa suporter sepak bola Indonesia mampu memberikan dukungan secara dewasa, santun, dan sportif," sambungnya.

(dis/jal)
LIHAT SELENGKAPNYA