ANALISIS

MU vs Roma: Raksasa yang Merana dalam Ancaman Serigala Ibu Kota

Askar Fatih Robbani | CNN Indonesia
Selasa, 03 Nov 2026 06:40 WIB
Soccer Football - Premier League - Chelsea v Manchester United - Stamford Bridge, London, Britain - October 31, 2026 Manchester United's Bruno Fernandes looks dejected after the match with Matheus Cunha Action Images via Reuters/Peter Cziborra EDITOR
Manchester United sudah tak pernah menang dalam sembilan laga terakhir di semua kompetisi. (Action Images via Reuters/Peter Cziborra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Raksasa semestinya ditakuti, namun Manchester United kini justru memancing simpati. Dalam situasi kritis, Setan Merah bakal menjamu AS Roma di Liga Champions, Rabu (4/11) dini hari WIB di Old Trafford.

Sembilan laga beruntun tanpa kemenangan di semua ajang jadi cermin kehancuran terang benderang. Tiga imbang dan enam kekalahan mencatatkan rekor terpuruk klub sejak musim 1988/1989.

Kekalahan 0-2 dari Chelsea akhir pekan lalu menjadi kulminasi petaka. Kartu merah Lisandro Martinez seolah menyempurnakan cerita tentang tim yang hilang arah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tujuh poin dari sembilan laga menempatkan MU hanya satu tingkat di atas jurang degradasi Premier League. Opta bahkan memprediksi peluang terseret ke papan bawah mencapai 20,77 persen.

Di Liga Champions, nasib Setan Merah tak kalah gelap. Dihajar Atletico Madrid 0-2 dan dilumat Como 1-4 menegaskan betapa rapuhnya benteng MU musim ini.

Como asuhan Cesc Fabregas membedah MU lewat formula sederhana namun mematikan. Menguasai 54 persen penguasaan bola dan unggul jumlah peluang, Red Devils dibuat mati kutu.

Skema pressing tinggi Michael Carrick justru berbalik menjadi petaka. Statistik mencatat, saat melawat ke Stadio Giuseppe Sinigaglia, MU merebut bola 39 kali namun hanya tercipta 4 tembakan tepat sasaran.

Bruno Fernandes sampai blak-blakan mengritik skema man-to-man yang dinilainya setengah hati. Sang kapten sempat ditepikan ke bangku cadangan karena itu, sebelum akhirnya dipaksa kembali mengisi lini depan.

Badai cedera kian menyempurnakan nestapa di ruang ganti pemain. Absennya Kobbie Mainoo membuat alur pertahanan kehilangan penyeimbang utama.

Belum lagi soal Benjamin Sesko yang absen panjang, Luke Shaw belum pulih, sementara Marcus Rashford masih dipantau ketat tim medis.

Carrick dilaporkan tetap mendampingi tim saat bentrok meladeni Roma. Namun jajaran direksi klub rumornya sudah menyiapkan nama Eddie Howe hingga Julian Nagelsmann jika situasi tak jua membaik.

Soccer Football - Premier League - Chelsea v Manchester United - Stamford Bridge, London, Britain - October 31, 2026 Manchester United manager Michael Carrick reacts Action Images via Reuters/Peter Cziborra EDITORIAL USE ONLY. NO USE WITH UNAUTHORIZED AUDIO, VIDEO, DATA, FIXTURE LISTS, CLUB/LEAGUE LOGOS OR 'LIVE' SERVICES. ONLINE IN-MATCH USE LIMITED TO 120 IMAGES, NO VIDEO EMULATION. NO USE IN BETTING, GAMES OR SINGLE CLUB/LEAGUE/PLAYER PUBLICATIONS. PLEASE CONTACT YOUR ACCOUNT REPRESENTATIVE FOR FURTHER DETAILS..Posisi Michael Carrick dalam ancaman usai hasil buruk yang dialami Manchester United. (Action Images via Reuters/Peter Cziborra)

Situasi makin kacau saat legenda seperti Paul Scholes melontarkan kecaman menohok. Bruno disindir untuk segera angkat kaki menuju Liga Arab Saudi ketimbang bertahan tanpa arah.

Suporter Roma membaca krisis ini sebagai momentum emas yang tidak boleh terlewatkan. Situasi Carrick yang berada di ambang pemecatan, juga keangkeran Old Trafford yang dinilai mulai kehilangan tuah, mesti dimaksimalkan.

LIHAT SELENGKAPNYA