Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai penundaan Piala Asia 2027 oleh AFC memberikan keuntungan strategis bagi Timnas Indonesia.
Pergeseran jadwal ke penghujung 2027 memberi waktu persiapan yang lebih ideal untuk menggembleng performa skuad Garuda. Erick menegaskan PSSI menghormati keputusan penundaan yang telah disepakati oleh seluruh federasi negara anggota AFC.
"Ya, kalau saya bilang kan itu kesepakatan semua negara kita harus ngikutin. Kalau saya bilang menguntungkan Indonesia," kata Erick di Jakarta, Kamis (5/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena dengan itu persiapan kita lebih panjang, kita ada bulan Maret dan Juni untuk bisa meningkatkan perform tim apalagi ditambah nanti di bulan September sudah ada kualifikasi Piala Dunia, Oktober, November, jadi timnya benar-benar full gear, tidak terpotong terus berhenti," sambungnya.
Menurutnya, jeda waktu tersebut dapat dimaksimalkan untuk mematangkan kesiapan teknis armada John Herdman. Tambahan durasi persiapan ini memungkinkan Timnas Indonesia memanfaatkan agenda laga uji coba pada Maret dan Juni 2027 untuk peningkatan kualitas permainan.
Kesempatan bertanding tersebut dinilai penting demi menjaga daya saing tim di level Asia. Selain itu, ritme kompetitif Timnas Indonesia akan terus terjaga melalui rangkaian laga Kualifikasi Piala Dunia pada periode September hingga November 2027.
Sebelumnya, AFC resmi menggeser jadwal Piala Asia 2027 di Arab Saudi ke tanggal 23 Desember 2027 hingga 21 Januari 2028. Keputusan tersebut diambil akibat memanasnya situasi geopolitik dan kendala logistik di kawasan Timur Tengah.
Pada putaran final mendatang, Indonesia tergabung di Grup F bersama kompetitor tangguh seperti Jepang, Qatar, dan Thailand. Ajang ini menjadi panggung pembuktian berikutnya bagi Timnas Indonesia usai mengamankan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026.
(kar/nva)