Cristiano Ronaldo memutuskan pensiun dari timnas Portugal yang dibelanya selama lebih dari 23 tahun pada Kamis (5/11).
Keputusan pensiun tersebut disampaikan Ronaldo melalui unggahan video pada akun media sosial pribadi.
Ronaldo debut bersama Portugal di bawah pelatih Luiz Felipe Scolari saat melawan Kazakhstan pada 20 Agustus 2003 silam. Ketika itu Ronaldo berusia 18 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah lebih dari 23 tahun berseragam Portugal, CR7 melakoni 234 pertandingan dengan mencetak 146 gol. Jumlah tersebut jadi rekor gol terbanyak sepanjang masa di Portugal. Tidak hanya itu, Ronaldo juga mencatatkan assist terbanyak untuk Portugal, 45 assist.
Pemain 41 tahun tersebut mempersembahkan sejumlah gelar bergengsi untuk Selecao das Quinas: Piala Eropa atau Euro 2016 dan UEFA Nations League 2019 serta 2025.
Berikut pernyataan lengkap Cristiano Ronaldo yang pensiun dari timnas Portugal:
"Tiba saatnya bagi saya untuk mengembalikan seragam nomor 7 tim nasional kita. Saya tidak pernah merasa seragam itu hanya milik saya seorang. Namun, selama 23 tahun, saya mendapatkan kehormatan sekaligus tanggung jawab untuk mengenakannya, membelanya, dan membawanya ke berbagai stadion di seluruh dunia.
Hari ini, tiba saatnya untuk menyerahkannya kepada generasi mendatang. Ini bukanlah keputusan yang mudah, karena ada keputusan-keputusan yang tidak hanya diambil dengan akal pikiran, melainkan juga dengan hati.
Sebuah perjalanan yang dimulai pada Agustus 2003 dan mengubah hidup saya selamanya kini telah berakhir. Saat menengok kembali segala pengalaman bersama tim nasional, saya tidak hanya melihat pertandingan, gol, rekor, atau trofi.
Saya melihat orang-orang. Saya melihat masyarakat Portugal yang tinggal di luar negeri, yang selama 90 menit pertandingan, merasa sedikit lebih dekat dengan tanah air. Saya melihat jutaan orang Portugal yang mungkin belum pernah saya temui secara langsung, namun telah menjadi bagian dari hidup saya. Karena pada akhirnya, sepak bola jauh lebih besar daripada sekadar sebuah permainan. Sepak bola adalah tentang manusia."
Sepanjang karier saya bersama tim nasional, saya selalu memacu diri melampaui batas kemampuan. Saya ingin menang, saya ingin menjadi lebih baik, saya ingin mencatatkan sejarah. Saya selalu menuntut yang terbaik dari diri sendiri. Saya selalu menginginkan lebih. Saya selalu yakin kita bisa melangkah lebih jauh. Dan saya telah memberikan segalanya yang saya miliki untuk seragam ini.
Ada sore dan malam yang terasa sempurna. Ada kemenangan-kemenangan yang tidak akan pernah saya lupakan. Ada pula kekalahan yang masih terasa menyakitkan saat diingat kembali.
Saya pernah melakukan kesalahan. Saya pernah merasakan penderitaan. Ada kalanya saya tidak mampu memberikan apa yang begitu didambakan oleh masyarakat Portugal. Namun, saya tidak pernah menyerah. Dan yang terpenting, saya tidak pernah berhenti merasa bangga bisa mewakili Portugal.
Selama bertahun-tahun, saya belajar beberapa hal yang sangat sederhana: Gol akan memudar. Trofi berakhir di museum. Rekor pada akhirnya akan dipecahkan. Namun, ada sesuatu yang tidak akan pernah bisa dihapus oleh waktu: tempat yang kita miliki di hati orang lain. Jika saya pernah membuat Anda bahagia, jika salah satu gol saya pernah membuat Anda memeluk seseorang, melupakan kekhawatiran, atau merasa bangga dengan negara Anda, maka semua itu sungguh berharga. Karena menjadi orang Portugal juga berarti seperti ini. Kita menderita bersama. Kita bangkit bersama. Kita kembali percaya.
Portugal akan selalu membutuhkan anak muda yang berani bermimpi. Para pemain yang pantang menyerah. Generasi baru yang percaya bahwa mungkin untuk mencapai tempat yang belum pernah dijangkau siapa pun sebelumnya. Sebab, sebuah negara yang terus melahirkan pahlawan-pahlawan baru adalah negara yang tidak pernah berhenti percaya pada dirinya sendiri."
(sry/nva)