Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting kalah lewat rubber game 25-23, 11-21 ,13-21 lawan wakil Hong Kong, Jason Gunawan pada perempat final Korea Open 2026 di Jinnam Gymnasium, Yeosu, Jumat (6/11).
Ginting sebenarnya tampil dominan di awal gim pertama. Atlet 30 tahun itu mampu memetik empat poin beruntun sebelum Jason mengikis defisit sedikit demi sedikit.
Pertarungan sengit pun tak terhindarkan. Intensitas tinggi dari Jason membuat atlet keturunan Indonesia itu unggul 11-10 di interval pertama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi saling kejar angka terus terjadi hingga akhir gim dengan selisih satu poin dengan keunggulan Jason 18-17. Gim pertama bahkan tak lekas usai karena kedua kubu bermain 20-20.
Ginting berupaya tampil lebih tenang. Peraih perunggu Olimpiade Tokyo 2020 itu memanfaatkan kelengahan Jason dalam menerima tepukan shuttlecock hingga gim pertama dimenangkan Ginting 25-23.
Di gim kedua giliran Jason mengubah pola permainan. Sadar Ginting melancarkan siasat cerdik, Jason mencoba hal serupa. Ini membuatnya unggul 11-3 di interval kedua.
Dominasi Jason tak mampu dibendung oleh Ginting. Poin demi poin dipetik wakil Hong Kong hingga menuntaskan gim kedua dengan 21-11.
Pada gim penentuan, Jason kembali menemukan ritme permainan terbaiknya. Sebaliknya Ginting baru bisa memberi perlawanan jelang interval meski tertinggal 6-11.
Jason terus memberi tekanan kepada Ginting dengan smes silang dan variasi netting. Cara ini cukup bagi Jason untuk memastikan kemenangan 21-13 di gim penentuan.
Bagi Ginting, terhenti di perempat final Korea Open 2026 merupakan perkembangan progresif setelah kembali ke turnamen BWF setelah empat bulan. Pada tahun ini pun Ginting lebih banyak gugur di babak awal.
Kekalahan Ginting tersebut membuat wakil Indonesia di Korea Open 2026 habis.
(ikw/sry)