Sebagai flagship store, diler ini tak hanya melayani penjualan motor Ducati, tetapi juga servis dan penjualan spare part.
Tak tanggung-tanggung, Garansindo juga mendirikan dua sekretariat komunitas Ducati, yakni DDOCI (Ducati Desmo Owners Club Indonesia) dan DSO (Ducati Superbike Owners).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami percaya bahwa untuk membangun suatu brand itu marathon. Nafas mesti panjang dan full dedicated untuk satu brand, dari mulai personel, BOD, dan seluruh tim untuk mengembangkan brand market di Indonesia," kata Dhani Yahya, Managing Director, Ducati Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pun begitu, meski punya diler terbesar di dunia ia enggan untuk menyebutkan berapa target penjualan yang ingin dicapai oleh Garansindo untuk penjualan motor Ducati di Indonesia.
Walaupun sejatinya pasar motor premium sedang sulit, Garansindo optimistis Ducati memiliki ceruk pasar tersendiri yang membuatnya tetap bisa bertahan di Indonesia, terlebih dengan adanya flagship store Ducati ini.
"Kondisi pasar memang sedang sulit. Tapi kami melihat peluang yang besar di Indonesia, punya komunitas yang besar," lanjutnya.
Setelah di Jakarta, rencananya Garansindo akan menghadirkan diler Ducati di Surabaya, Bali, dan Bandung.
"Sekarang konsentrasi untuk flagship store ini dulu. Setelah itu, kami akan masuk daerah-daerah kedua terbesar di Indonesia. Sampai tahun 2019, targetnya kita akan punya 12 store. Kami akan kejar penjualan market share disitu," tutupnya.
(eno)