Akuisisi asing terhadap merek-merek otomotif legendaris Inggris jadi salah satu pemicu kemarahan para pendukung Brexit. Dan untuk beberapa saat, sebagian orang menyangkal jika investasi asing akan membantu menyelamatkan masa depan dari simbol heritage Inggris ini.
Untuk satu hal, industri otomotif Inggris Raya sangat tergantung pada jaring suplier asing. The Guardian mencatat, lebih dari tiga perempat perusahaan percaya jika Brexit akan mencederai bisnis, termasuk bisnis manufaktur otomotif.
Pebalap Nikki Lauda dan Alain Prost keduanya menggunakan mobil McLaren di GP Belanda 1985, yang mencatatkan kemenangan terakhir karir Lauda. (Courtesy McLaren Automotive) |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mobil-mobil McLaren, mengesankan dan sangat cepat. 100 persen didesain dan dibangun oleh tangan di Inggris dengan komponen dari Inggris Raya sebanyak mungkin, saat pabrikan lain mencoba mencari banyak bahan baku di seluruh penjuru dunia dengan pabrikan manufaktur yang berbeda-beda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga tahun berikutnya mereka mendapatkan profit yang signifikan atas MP4-12C dan mengeluarkan edisi terbatas P1 'hypercar', yang diproduksi di 2013 dan dengan cepat ludes. Itu diikuti dengan 650S, yang mana mendapat sambutan meriah dan laku di pasaran dunia.
MP4-12C yang diperkenalkan di 2011 jadi era baru McLaren sebagai produsen sportcar. (Courtesy McLaren Automotive) |
Nilai Keluarga
"Saya merasa jadi bagian dari keluarga besar di McLaren, termasuk kharisma citra mobil ini untuk menjalin hubungan yang baik dengan pelanggan," kata CEO McLaren, Mike Flewit kepada CNN. Setiap komponen karyawan memiliki hubungan yang baik di tingkat personal kepada banyak klien McLaren, dan menyambut para pemilik mobil McLaren sebagai layaknya keluarga, hal itu lebih jauh dari pada melihat konsumen yang hanya sekedar memberi profit.
"Kami mengantisipasi produksi 3.000 unit tahun ini dengan tingkat hubungan produksi yang nyaris seperti keluarga, sesuatu yang tidak bisa dilakukan pesaing kami. Jadi kami tidak perlu takut dengan citra yang luntur hanya dengan memproduksi SUV dan meninggalkan wilayah sport car."
McLaren F1, jadi ikon pertama mobil sport McLaren yang diperkenalkan di 1992. (Courtesy McLaren Automotive) |
"Kami hanya memiliki tim yang kecil, dengan pendekatan tidak biasa, memotong birokrasi dan didesain oleh komite yang benar-benar disegani. Ini jadi perputaran yang cepat atas fokus dan mantra yang mengikuti kaidah fungsi," kata Mike.
Cara yang bersahaja ini menjadi semacam kepastian bahwa merek McLaren telah sesuai dengan etos mobil yang benar-benar milik 'Inggris', bukan Jepang, Amerika atau negara Eropa lainnya. (pit)
Pebalap Nikki Lauda dan Alain Prost keduanya menggunakan mobil McLaren di GP Belanda 1985, yang mencatatkan kemenangan terakhir karir Lauda. (Courtesy McLaren Automotive)
MP4-12C yang diperkenalkan di 2011 jadi era baru McLaren sebagai produsen sportcar. (Courtesy McLaren Automotive)
McLaren F1, jadi ikon pertama mobil sport McLaren yang diperkenalkan di 1992. (Courtesy McLaren Automotive)