Mengingat Australia dan Indonesia sama-sama menadopsi setir sebalah kanan, TAM mengaku menunggu perintah dari Jepang karena Toyota 86 adalah jenis mobil impor langsung atau completly build up (CBU) dari Jepang. Di Australia sendiri, Toyota melakukan penarikan setidaknya untuk 15 ribu unit Toyota 86.
Dari data yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Toyota 86 membukukan penjualan 2012 di angka 169 unit, 2013 170 unit, 2014 sebanyak 92 unit, 2015 53 unit dan hingga semester pertama 2016 terjual 47 unit. Pihak TAM mengaku akan langsung menginformasikan kepada pemilik Toyota 86 setelah mendapat kepastian dari TMC Jepang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penarikan di Australia dilakukan karena pada mobil Toyota 86 setir kanan ditemukan posisi wire harness power steering tidak sesuai dengan pemsangan sehingga yang kurang tepat yang bisa bersentuhan dengan panel kantung udara lutut pengemudi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk memperbaikinya dibutuhkan waktu kurang lebih satu jam dan pemilik kendaraan tidak akan dikenakan biaya. Penarikan dilakukan untuk produksi mobil dari April 2012 hingga Maret 2015. (pit)