Pemangkasan puluhan karyawan kabarnya menjadi salah satu inisiatif Apple karena proyek tersebut 'jalan di tempat'.
Dilaporkan The New York Times, tiga orang karyawan yang menolak mengungkap identitasnya mengakui jika perusahaan tengah menghadapi kesulitan untuk mengembangkan proyek otonom sehingga harus melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karyawan Apple mendapat informasi jika pemecatan merupakan upaya untuk 'meremajakan' proyek itu, tanpa merinci lebih lanjut rencana pengembangan mobil otonom.
Proyek dengan kode Titan ini secara serius telah dikembangkan sejak dua tahun terakhir. CEO Apple Tim Cook menyatakan sepakat jika industri otomotif sedang mengalami perubahan drastis, meski ia tidak secara gamblang mengkonfirmasi keberadaan proyek tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mobil yang dimaksud bukan lagi sekedar memanfaatkan tenaga listrik, tetapi lebih bergantung pada sokongan baterai, sensor, dan perangkat lunak di belakangnya. Demi mempercepat pengembangan proyek rahasianya, perusahaan peninggalan Steve Jobs ini merekrut sejumlah ahli dalam bidang teknologi baterai dan spesialis otomotif.
Dalam kurun waktu 18 bulan, diketahui sudah ada 1.000 karyawan yang bergabung dalam tim ini. Sejumlah proyek uji coba pun diketahui telah dilakukan secara internal di area Cupertino, California.
Sejauh ini Google, Ford, Tesla, dan Uber telah melakukan sejumlah pengembangan dan uji coba sebelum resmi membawa mobil otonom mengaspal di jalan raya. (evn)