Melansir Reuters pada Selasa (13/12), otoritas keamanan lalu lintas nasional AS (NTHSA) menyebut potensi kecelakaan bisa berkurang hingga 80 persen dengan teknologi yang mereka ajukan. Jenis kecelakaan yang bisa dihindari terutama yang terjadi di persimpangan dan saat kendaraan berpindah lajur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari perspektif keamanan, ini opsi yang paling mudah," ujar menteri transportasi AS, Anthony Foxx.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Departemen transportasi AS berangan truk dan mobil baru yang akan diproduksi nanti dilengkapi teknologi nirkabel jarak dekat yang memungkinkan kendaraan berkomunikasi. Mereka memberi waktu setidaknya 4 tahun kepada perusahaan otomotif untuk mengadopsi permintaan pemerintah.
Aliansi perakit otomotif yang diikuti oleh General Motors, Volkswagen, dan Toyota mengaku teknologi tersebut sedang diuji coba. Namun mereka ragu jika jalur komunikasi kendaraan tak aman, perusahaan lain seperti ponsel akan memanfaatkannya. Menanggapi itu, NHTSA meyakinkan publik bahwa teknologi ini aman dari peretasan.
Selain itu, otoritas jalan raya AS juga berencana 'memberi nyawa' kepada infrastruktur jalan raya agar kendaraan dapat berinteraksi dengan lampu lalu lintas.
Upaya ini tak lepas dari angka kecelakaan di AS yang cukup tinggi. Berdasarkan laporan NHTSA, 6,3 juta kendaraan mengalami kecelakaan sepanjang 2015. Angka kematian meningkat 10,4 persen di enam bulan pertama 2015. Padahal pada 2015, jumlah tewas akibat kecelakaan mencapai 35.092, tertinggi sejak tahun 1966.
(tyo)