Tak hanya di kelas mobil listrik, kecepatan laju seri FF91 yang diluncurkan Future Faraday ini juga melebihi mobil-mobil super lainnya seperti McLaren P91 atau Lamborghini Aventador.
Rekor FF91 ini jelas mematahkan catatan akselerasi mobil listrik tercepat yang sebelumnya dipegang oleh Model S milik Tesla.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akselerasi besar tersebut diikuti dengan kemampuan jelajah FF91 yang bisa mencapai 604-700 kilometer dengan baterai penuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tidak perlu ikut tren kuno atau perlengkapan yang terkesan retro..kita akan ubah industri otomotif dari pangkalnya," sambung Sampsong penuh percaya diri.
Hadirnya FF91 di ajang CES 2017 ini tak serta-merta resmi meluncur untuk publik luas. Namun Future Faraday memastikan jet darat bertenaga listrik mereka bisa diperoleh tahun ini dengan deposit US$5.ooo atau setara Rp67 juta.
Future Faraday berharap kemunculan FF91 bisa menjadi tonggak industri otomotif yang jauh lebih ramah lingkungan ketimbang saat ini.
Kendati begitu, Future Faraday dikabarkan tengah bergelut dengan isu finansial yang memaksa mereka telat menebus pasokan bahan baku mobil. Itu sebabnya belum ada tanggal maupun harga pasti mengenai kendaraan listrik supercepat ini. (evn)