Rencana menghentikan produksi di Australia sudah tersiar sejak beberapa tahun lalu. Namun, perusahaan baru memberi kepastian benar-benar meninggalkan Australia pada 20 Oktober.
Meski sudah menentukan kapan akan berhenti beroperasi, perusahaan dipastikan akan menyelesaikan target operasinya di tahun ini sebanyak 30 ribu unit., sebelum manufaktur benar- benar berakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, Australia Manufacturing Workers Union (AMWU) berpendapat dengan adanya pengumuman yang dikeluarkan oleh Holden, dapat menjadi kepastian bagi kelanjutan tiap pegawainya kelak.
Sekretaris negara setempat, Colin Fenney telah memastikan mengenai waktu yang tepat untuk merencanakan transisi para pegawai Holden, akankah pensiun atau mencari pekerjaan lain.
“Orang-orang mungkin sedikit lega sekarang. Sekarang (mereka) bisa melihat apa yang akan mereka lakukan,” ujarnya.
Senada, Menteri Transformasi Otomotif, Kyam Maher mengatakan bahwa pemerintah Australia saat ini sudah menawarkan dukungan untuk para pekerja Holden melalui skema transisi.
“Kami pasti akan terus melakukan untuk bersama para pekerjanya. Kami sedang menggenjot publisitasnya untuk skema terserbut guna memastikan setiap pekerja bisa mengakses layanan ini,” kata dia.
700 Pekerja Hengkang Lebih Awal
Keputusan untuk berhenti merakit kendaraan di Australia, tepatnya di Pabrik Elizabeth sudah tercium sejak 2013 lalu. Saat itu perusahaan tersebut mengumumkan akan berhenti pada 2017, namun belum memberikan kepastian secara jelas. Produksi kendaraan seri Holden Cruze sendiri sudah berhenti sejak tahun lalu.
Dengan demikian, sedikitnya 3000 orang akan kehilangan pekerjaannya. Namun, belum pasti kapan pengumuman tersebut akan dilakukan, 700 pegawai sudah memutuskan meninggalkan pabrik pada 2015.
“Hampir 70 persen dari mereka telah menemukan pekerjaan dalam waktu 12 bulan,” ujar Maher.
Meski begitu diperkirakan dampak yang akan terjadi ialah ada sekitar 12 ribu pemutusan hubungan kerja, paska penutupan pabrik tersebut bila dikaitkan dengan pemasok. Oleh karenanya, pihak oposisi Australia yakin, nantinya akan ada hari menyedihkan, di mana hari tersebut akan ada pemotongan tarif bisnis dan pajak guna memperoleh lebih banyak pekerjaan di negara kangguru. (pit)