Untuk Datsun misalnya. Harga aksesoris Datsun keluaran 1960-1970an saat ini bahkan tidak ada patokan harganya. Bahkan, harganya kini sudah melampaui harga dari suku cadang.
"Kalau soal harga, harga aksesoris itu lebih mahal dari sparepart," kata pemilik bengkel Seroja Motor, Sulaiman saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Datsun sedan 510 tahun 1970, 1200 cc tengah di restorasi di bengkel spesialis Datsun klasik di Seroja Motor, Jakarta. CNN Indonesia/Rayhand Purnama |
Selain mahal, aksesoris Datsus klasik, seperti lampu, list kendaraan, spion, bumper dan lainnya juga terkadang mulai sulit dijumpai, terlebih baru dan original. Sehingga, menurut pemilik bengkel mobil klasik itu terutama Datsun, orang-orang mulai mencari seken.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia bercerita, pelanggannya sempat mencari aksesoris Datsun klasik sampai inden langsung dari Jepang. Mengingat, di negara asalnya aksesoris tersebut masih diproduksi. "Pelanggan saya kemarin langsung inden Jepang, barang masih produk baru. Bumper, lampu, spion susah," ujar Sulaiman.
Bagi Apt, mengikuti sebuah forum dan komunitas Datsun klasik sangat berguna, baik itu untuk memenuhi kebutuhan mobil dari segi suku cadang atau aksesoris atau sekedar bertukar informasi untuk membuat performa mobil lebih baik.
"Ya ikut forum dan komunitas lah, karena mobilnya sudah jarang dan langka. Komunitas dan forum sangat membantu, selain yang utama sebagai ajang silaturahmi," ujar Apit.
(pit)
Datsun sedan 510 tahun 1970, 1200 cc tengah di restorasi di bengkel spesialis Datsun klasik di Seroja Motor, Jakarta. CNN Indonesia/Rayhand Purnama