Kerjasama ini lebih untuk mengambil keuntungan dari satu sama lain. Apalagi, kerjasama yang dilakukan Toyota dengan Suzuki bisa menjadi celah untuk bersaing di India, yang merupakan produsen otomotif terkuat di sana.
Lihat juga:Jalan Terjal Pengganti Mobil Grandong |
“Toyota dan Suzuki telah sepakat untuk bekerja menuju realisasi awal dari kemitraan bisnis,” kata mereka dalam siaran persnya, seperti dikutip dari Reuters.
Sejak Oktober tahun lalu, sebenarnya Suzuki telah mencari dan menelusuri akan mitranya nanti untuk hal teknologi. Bagi mereka, teknologi sudah menjadi tantangan dan kebutuhan bagi konsolidasi setiap industri otomotif global.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Toyota sudah berinventasi besar dalam R&D di daerah, termasuk kendaraan otonom, kecerdasan buatan dan mobil rendah emisi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akses jaringan Suzuki, bisa dikatakan dapat membuka celah bagi Toyota untuk mengembangkan penjualan mobil yang disesuaikan pasar lokal India. Suzuki mendominasi pasar India melalui saham, bermayoritas di Maruti Suzuki India. Dalam setahun, setengah penjualan mobil di India berasal dari Suzuki.
Sedangkan Toyota, masih mencoba mendapatkan pangsa pasar yang signifikan di negara tersebut, dan menjadi pasar mobil terbesar ketiga di 2020. Toyota bertujuan menggandakan pangsa pasar kendaraan penumpang di India sebesar 10 persen pada 2025 dan entry level. Hal itu ingin dicapai tanpa embel-embel afiliasi dari mobil kecil Daihatsu.
Bahkan, tahun lalu Toyota sudah memutuskan membeli sisa saham yang tersisa untuk mobil kecil Daihatsu.
Seorang penasihat di Chibagin Securities, Fuji Ando mencatat sebelum pengumuman hari ini kecuali pasar mobil kompak, kedua produsen tumpang tindih terkait produksi line-up, ditambah Suzuki yang sudah membeli teknologi hybrid dari Toyota.
“Satu pertanyaan akan berapa besar Toyota terbuka pada Suzuki, setelah diberikan hubungan dengan Daihatsu,” ujar Fuji.
Saham Toyota ditutup naik sebesar 0,7 persen di Tokyo, sementara saham Suzuki di hari yang sama berakhir di 0,4 persen. Indeks Nikkei N225 ditutup naik 0,3 persen.
(tyo/tyo)