Namun, tidak jarang si empunya mobil tidak memberikan perawatan secara optimal terhadap AC. Cara pemakaian tidak benar, otomatis membuat AC selain cepat rusak, juga menghasilkan udara tidak sehat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, salah satu faktor merusak kebersihan udara berasal dari karpet kendaraan. Biasanya, debu-debu akan masuk ke dalam blower, saat bersamaan dinyalakan AC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitupun, ia berujar, kebiasaan pengemudi dan penumpang merokok di kendaraan saat AC menyala. Kebiasaan tersebut tentunya akan membuat kualitas udara yang dikeluarkan AC menurun, misalnya bau.
"Cepat kotor, ya baulah. Memang tidak rusak, tetapi bau," ujarnya.
Selain itu jika ingin membuat udara lebih wangi, kata dia, pemilik kendaraan tidak disarankan menggunakan parfum selain cairan. Pasalnya, menggunakan parfum dalam bentuk lilin akan meninggalkan bekas dan sulit dibersihkan.
"Yang saset bentuknya kaya lilin itu ga boleh bisa lengket pas dibongkar. Lebih baik cairan (parfum semprot) normal jadinya," kata dia.
Ia menambahkan, saat pertama AC dinyalakan, apalagi saat kondisi mobil sehabis dijemur. Sebaiknya, tidak langsung menutup rapat-rapat pintu kendaraan. Biarkan hawa panas keluar bersama saat AC dinyalakan.
"Mesin hidup itu pintu dibuka, AC dinyalain kencang satu menit, hawa dari dalam keluar, baru pakai deh. Jadi hawa panas yang di dalam itu tidak kesedot semua," kata Samsu. (tyo)