Pertama, melalui Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKSI) yang akan meluncurkan mobilnya bertajuk XM Concept. Sedangkan, pemain baru dari China, SAIC General Motor Wuling (SGMW) hadir dengan Confero S.
Dua mobil itu digadang-gadang akan menjadi pesaing untuk mengganggu pasar dari mobil keluaran pabrikan asal Jepang, Toyota Avanza di dalam negeri. Yang mana, julukan mobil sejuta umat kepada Avanza terlalu melekat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Oh tahun ini ada Wuling dan Mitsubishi XM Concept. Jadi banyak pabrikan yang melihat market di segmen Avanza sangat menarik," kata Soerjo di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, menghadapi persaingan dengan adanya brand yang muncul bersama mobil sekelas Avanza, tentu tidaklah rumit. Bagi dia, walau memiliki celah pihaknya telah mempunyai pengalaman seperti saat Honda Prospect Motor (HPM) meluncurkan Mobilio.
"Kalau Toyota sudah punya pengalaman saat Honda Mobilio diperkenalkan," kata dia.
Pada dasarnya, ia melanjutkan, bahwa yang menentukan nantinya ialah konsumen. Mengingat, hasil dari klasmen penjualan kendaraan di Indonesia, bersama Avanza, Toyota selalu di puncak.
"Itu result bisa berubah loh. Pastinya semua yang menentukan adalah customer, tentunya marketnya bertambah besar kan," kata Soerjo.
Berdasarkan data yang dikeluarkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), untuk April 2017 penjualan total seluruh kendaraan berjumlah 89.588 unit dari semua brand. Naik sekitar 5,68 persen pada periode yang sama di 2016.
Dari jumlah tersebut, Toyota tetap mendominasi penjualan. Kontribusi terbanyaknya masih diberikan oleh Toyota Avanza disepanjang April kemarin dengan penjualan sebanyak 11.906 unit.
Bahkan, pada ajang pameran otomotif beberapa waktu lalu. Toyota, melalui Avanza dapat melakukan panen Surat Pembelian Kendaraan (SPK). Selama berlangsungnya pameran, Toyota memperoleh SPK sebanyak 4.652 unit dan Avanza menjadi model terlaris, yaitu sebesar 1.296 unit. (pit)