Perjalanan tersebut dilakukan oleh konsumen HondaJet, yakni Julian dan Kim MacQueen dengan memakan waktu sedikitnya selama 80 hari.
HondaJet yang mendarat di Halim Perdana Kusuma, Jakarta (dok. Honda) |
Presiden dan CEO Honda Aircraft Michimasa Fujino, mengatakan terbangnya pesawat tersebut ke berbagai negara memiliki tujuan untuk mengenalkan kemampuan serta performa HondaJet. Terdapat pertunjukan serta demo penerbangan dalam turnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami senang karena pelanggan menggunakan HondaJet untuk tur dunia mereka. Saya harap banyak orang di seluruh dunia melihat HondaJet secara langsung dan melihat kinerja, kualitas dan keandalan pesawat ini," kata Fujino di Jakarta, Selasa (26/9).
Tur dunia HondaJet sendiri dimulai pada 4 Agustus 2017 di Pensacola International Airport, Florida, Amerika Serikat dan berakhir pada pertengahan Oktober mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Interior HondaJet (dok. Honda) |
Terdapat inovasi teknologi dalam desain penerbangan dalam pengembangan HondaJet, termasuk konfigurasi Over-The-Wing Engine Mount (OTWEM) yang berguna meningkatkan kinerja dan efisiensi bahan bakar dengan mengurangi hambatan aerodinamis.
Area kokpit HondaJet (dok. Honda) |
Desain OTWEM juga mengurangi suara dalam kabin, meminimalkan kebisingan yang dideteksi dari daratan. Pabrikan asal Jepang ini juga menyebut jika bagian kabin Honda terbilang lebih lapang di kelasnya, termasuk untuk ukuran bagasi sampai dengan kamar mandi.
Pesawat pertama buatan Honda itu juga dilengkapi dengan dek penerbangan kaca yang tersedia dalam jet bisnis ringan, Garmin G3000. (eks)
HondaJet yang mendarat di Halim Perdana Kusuma, Jakarta (dok. Honda)
Interior HondaJet (dok. Honda)
Area kokpit HondaJet (dok. Honda)