"Karena delivery unit perdana itu di 2018, kemungkinan semester dua ya," kata CEO Ferrari Jakarta Arie Christopher saat ditemui di kantornya, dibilangan Jakarta Selatan, Rabu (25/10).
Bahkan, menurutnya, jika permintaan para pecinta mobil asal Italia itu besar dan tidak sesuai dengan kuota, keinginan konsumen untuk membawa 812 ke garasi dapat tertunda sampai bertahun-tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau tidak dapet tahun depan, ya tahun depannya lagi, begitu selanjutnya. Tapi tetap diproses. (Tapi) mereka harus sabar nunggu ya, misal dapat mobil satu tahun lagi tidak apa-apa," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia hanya memastikan, bahwa 812 Superfast yang kini masih memiliki kemudi sebelah kiri itu bukanlah kendaraan yang diproduksi dengan volume terbatas, meski tidak secara massal.
Lihat juga:LaFerrari Aperta, Kado Ulang Tahun Ferrari |
Arie mengaku optimis dengan penjualan Ferari lantaran adanya basis konsumen yang loyal. Menurutnya, jika mereka mereka melihat ada model yang disukai maka biasanya akan meningkatkan antusias. "Mereka mencari tau, kapan akan launching dan ikuti perkembangan berita," tuturnya.
Jakarta Dominan
Arie melanjutkan kalau Jakarta masih menjadi kota dengan minat warga terbesar untuk produk keluaran Ferrari.
"(Sebanyak) 70 persen dari Jakarta. Kemudian ada Surabaya, Medan, Bali, Kalimantan, pasti datang dari semua daerah," ungkapnya.
"Kalau untuk 812 ini nggak (seleksi), semua yang mau bisa membeli. Tapi biasanya 812 peminatnya itu umur 40 tahun ke atas, karena mesin besarnya," kata dia.
Arie menyebutkan bahwa pembelian unit Ferrari tertentu dapat mencerminkan pribadi si pembeli.
"Kenapa harus membeli tipe tertentu Ferrari, karena memang sesuai tipe karakter mengemudi si pembeli. Kami itu tidak pernah bilang ini Ferrari entry level dan high level. Tidak ada istilah itu di kami. Jadi semua tipe dicipatakan punya karakter tersendiri," kata Arie. (eks)