Hal ini pertama kali ditemukan oleh Kementerian Transportasi Jepang. Seharusnya kendaraan menjalani prosedur keamanan akhir yang dilakukan oleh teknisi bersertifikat yang terdaftar di Kementerian Transportasi.
Pemerintah lantas melakukan pemeriksaan terhadap lima dari enam pabrik Nissan. Investigasi ini menemukan setidaknya tiga pabrik Nissan masih melakukan pemeriksaan keamanan dengan teknisi yang tak berkualifikasi, seperti diberitakan CNN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Tiga Jagoan Baru Nissan Lahir di Jepang |
Tarik kendaraan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nissan juga berencana untuk memeriksa kembali sekitar 34.000 unit kendaraan yang dibuat dalam rentang waktu 20 September hingga 18 Oktober.
Sayangnya, sebanyak 4.000 kendaraan yang diproduksi pada rentang waktu itu telah terjual kepada pelanggan. Ada kemungkinan kendaraan yang sudah terjual itu akan ditarik kembali.
Sebelumnya awal Oktober ini, Nissan mengumumkan untuk menarik 1,2 juta unit kendaraan yang dipasarkan di Jepang dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Atas kejadian ini, CEO Nissan Hiroto Saikawa mengungkapkan permohonan maafnya.
"Saya minta maaf dari lubuk hati saya, ini seharusnya tidak terjadi di dunia manufaktur. Kami siap membayar biaya lebih dari 25 miliar yen dan menarik 1,2 juta kendaraan (termasuk yang telah dikirim)," ujar Saikawa seperti diberitakan Nikkei. (eks)