"Revisi (UU) kita sedang melakukan kajian naskah akademis. Kita berharap dapat solusi ideal tentang ojek online," kata Syafrin Liputo, Kepala Subdirektorat Angkutan Orang Direktorat Angkutan dan Multimoda Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Minggu (5/11).
Menurut dia, terbitnya Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek belum jadi titik terang permasalahan transportasi daring. Pasalnya, peraturan ini hanya mengakomodasi taksi daring.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, lanjut Syafrin, revisi UU itu memerlukan proses panjang. Kemenhub pun harus mempertimbangkan dua faktor. Yakni, aspek keselamatan sebagai fokus utama, dan besarnya jumlah ojek daring yang berarti terkait dengan hajat hidup orang banyak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika kajian revisi sudah rampung, naskah akan disusun untuk dibawa dalam pembahasan antardepartemen. Mekanisme berikutnya ialah pembahasan di DPR. Ia pun berharap, tahun ini kajian dapat selesai.
Sementara itu, Aully Grashinta dari Dewan Transportasi Kota Jakarta mengatakan, revisi peraturan pemerintah ini seharusnya diimbangi dengan perbaikan pelayanan transportasi daring, khususnya ojek daring.
Menurutnya, ojek daring memang memberikan kemudahan, kecepatan. Namun, pengemudi perlu diberi edukasi mengenai pelayanan dan cara mengemudi yang aman.
"Kualitas driver, keselamatan pengguna penting. Tolonglah bapak-bapak ini meningkatkan kualitas," ucapnya.
Menurut riset Badan Pengamat Transportasi Jabodetabek (BPTJ) pada 2017, kata dia, jumlah total perjalanan warga Jabodetabek dalam sehari adalah sebanyak 47,5juta. Namun, hanya sekitar 2 persen saja yang dapat diakomodasi oleh angkutan umum. Sisanya tentu jadi kesempatan bagi para pengemudi taksi atau ojek online.
"Di sini Pemerintah tidak memperhatikan first mile orang, sedangkan ojek online ini mengakomodasi orang mulai dari first mile, dia keluar rumah, sampai last mile," tutup Aully.
(arh/arh)