Ketua Umum AISI Johannes Loman mengungkapkan alasannya agar memberikan panduan mudah bagi produsen motor listrik. Loman juga mengutarakan harapannya agar pemerintah ikut mengatur detail kualitas, suku cadang, hingga keamanan motor listrik.
"Jika tidak diatur dan diserahkan begitu saja kepada mekanisme pasar, dikhawatirkan konsumen akan menjadi korban jika suatu saat ada produk motor listrik yang berkualitas rendah beredar di pasar," kata Loman dalam keterangan resminya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga kini, Johannes menyebut hampir semua produsen roda dua telah memiliki purwarupa hingga ke tahap produksi motor listrik. Mulai dari Viar, Gesits, Yamaha, dan Honda. Bahkan, beberapa diantaranya sudah memasuki tahap ekspor ke negara tetangga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak ingin produk ramah lingkungan justruk memicu masalah baru. Unsur keamanan terabaikan dan dampak lingkungan akibat limbah baterai yang sejauh ini tidak diantisipasi sejak awal," jelasnya.
Ia merasa pemerintah juga perlu melakukan kajian potensi dampak motor listrik terhadap tatanan industri otomotif Tanah Air.
"Harga menjadi salah satu isu penting karena motor listrik relatif mahal. Untuk itu perlu dilakukan kajian mengenai potensi dampak terhadap industri dan standar keamanannya bagi konsumen," ungkapnya. (evn)