Hal ini dilakukan karena Mitsubishi kewalahan untuk memenuhi permintaan pasar untuk LMPV (low multi purpose vehicle) anyar miliknya itu.
Tingginya permintaan pasar tak pelak membuat pabrikan Jepang itu akhirnya menerapkan sistem inden. Sebab, produksi pabriknya tak sanggup memenuhi permintaan pasar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka, masyarakat yang ingin memiliki Xpander pun harus menunggu terlebih dulu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua diharapkan bisa lebih cepat. Lalu untuk tipe non Ultimate bisa diselesaikan akhir tahun ini," kata Irwan.
Saat ini produksi Xpander di pabrik Mitsubishi kawasan Karawang, Jawa Barat pertahunnya masih diangka 60 ribu unit.
Lihat juga:Mobil LMPV yang Melesat dan Terjungkal |
Sementara dalam data penjualan wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), aktivitas penjualan Xpander selama tiga bulan sampai November berjumlah 8.329 unit.
Pada awal peluncurannya pada Agustus, penjualan Xpander terus naik dari 1.096 unit, 2.351 unit, dan 4.882 unit. Sedangkan untuk jumlah pemesanan hingga September 2017, Mitsubishi mengklaim angkanya telah mencapai 23 ribu unit. (eks)