Harga antara versi impor dengan rakitan lokal sekitar Rp9 juta lebih mahal pada versi Exceed 4x2 AT, dan Rp5 juta untuk versi GLX 4x4 MT. Dengan selisih harga tersebut, ubahan yang terjadi juga minim, namun diklaim versi lokal lebih menggiurkan.
Penyegarannya hanya meliputi bagian pelek, jok kulit dan rear spoiler. Sedangkan tipe GLX, terletak hanya pada pendingin ruangannya saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Director Sales & Marketing Division Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Irwan Kuncoro meyakini, kendati rakitan lokal dijual lebih mahal, namun konsumen lebih untung ketimbang harus mengubahnya dengan penambahan dari produk aftermarket.
"Secara teknis bisa tapi kalau dinilai beli satu per satu item di aftermarket jauh lebih mahal. Saya yakin konsumen sangat menerima dengan penambahan ini," kata Irwan, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Para konsumen itu mengharapkan Exceed itu ada leather seat, lingkar pelekya lebih besar makanya kami merespon konsumen. Kami lengkapi dengan kenaikan harga relatif murah," jelas Irwan.
Lihat juga:Mitsubishi Naikkan Volume Produksi Xpander |
"Dengan refreshment seperti itu mungkin bisa jadi naik 200 per bulan (tipe Exceed). Itu sudah sangat baik," pungkas Irwan.
Penjualan Pajero Sport tembus 120 ribu unit
Secara bersamaan, Presiden Direktur MMKSI Kyoya Kondo, mengungkapkan bahwa penjualan Pajero Sport sejak 2009 hingga per 31 Desember 2018 telah mencapai 120 ribu unit. Pajero Sport telah menguasai sebesar 40 persen pangsa pasar untuk SUV 4x2 dan 60 persen pangsa pasar di segmen SUV 4x4.
"Untuk yang 4x4, kami itu sudah menjadi market leader dengan persentase 60 persen," tutup Kondo. (mik)