Kegiatan untuk kali pertama digelar ITS itu akan melintasi 35 provinsi di Indonesia. Direncanakan perjalanan akan dimulai dari di titik nol Indonesia, Sabang, Aceh sampai Merauke dan akan selesai dalam waktu kurang lebih 100 hari atau empat bulan.
"Dari sini akan terlihat apakah inisiasi pemerintah dalam mengintegrasikan infrastruktur Indonesia betul-betul terwujud atau tidak," kata Direktur Pusat Unggulan Iptek Sistem dan Kontrol Otomotif (PUI SKO) ITS Muhammad Nur Yuniarto kepada CNNIndonesia.com, Senin (12/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mobil tersebut sedang dalam proses dan target bulan Juni sudah selesai dibangun mobilnya," jelas Nur meyakini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mobil listrik ITS Bits Penjelajah (Dok. ITS) |
Program ini sekaligus menyampaikan kepada dunia bahwa para peneliti di Indonesia tidak kalah dengan asing dalam merancang atau bahkan merakit kendaraan ramah lingkungan.
"Memberitakan kemampuan para insinyur Indonesia di dalam merancang kendaraan listrik dan atau kendaraan berbahan bakar ramah lingkungan," imbuh Nur.
Blits sendiri adalah pengembangan dari mobil listrik Ezzy II yang menggunakan tenaga baterai sebesar 20 kWh dengan kemampuan jarak tempuh 130 km. Mobil ini juga hasil mahasiswa ITS yang cukup menyita perhatian masyarakat Indonesia.
Mobil listrik ITS Bits Penjelajah (Dok. ITS)