Belum juga diterapkan, aturan yang disebut-sebut untuk melerai kemacetan itu telah menuai komentar beragam dari pemilik mobil yang mengandalkan tol tersebut untuk aktivitas sehari-hari.
Salah satu pengguna jalan, Jeffry (28 tahun) menjelaskan sistem ganjil-genap tidak akan efektif melerai kemacetan di jalan bebas hambatan dari Bekasi ke Jakarta, dan sebaliknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Febby (27 tahun) menyayangkan jika sistem ganjil-genap di tol Bekasi diberlakukan. Menurutnya, aturan ini malah bikin pusing pengguna jalan yang hendak ke Bekasi untuk bekerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komentar negatif lain datang dari Eka (27 tahun), karyawan swasta yang tinggal di Bekasi yang bekerja di Jakarta Barat. Menurut Eka, sistem untuk melerai kemacetan tersebut dinilai tidak akan efektif, sebab menurutnya kemacetan terjadi karena ada pembangunan di sekitar jalan tol.
"Aturan tersebut akan nyusahin. Ya sebenarnya itu macetkan (di tol) karena ada pembangunan.
Sebaliknya, Icha (50 tahun) justru mengaku setuju dengan rencana tersebut. Salah satu alasannya lantaran opsi kendaraan umum dan jalur alternatif dari Bekasi kian beragam, termasuk kehadiran tol Becakayu yang dinilai membantu mengurai kemacetan.
"Aku sih setuju, karena kalau ke Jakarta sekarang sudah ada alternatifnya. Terutama dari tempatku (Jatiasih) yang bisa lewat tol Becakayu. Itu bantu banget," ungkapnya.
Senada dengan Icha, pengguna jalan lainnya, Ida Ayu (25 tahun) justru menilai penerapan ganjil-genap akan membawa perubahan wajah jalan tol Bekasi setiap paginya.
"Setuju sekali, siapa tahu bisa ngurangin macet yang selama ini bikin banyak buang waktu. Kalau mau ke Bandung saja pernah macet dari masuk JOR sampai Bekasi Timur selama 2 jam," ucap Ida, karyawan swasta yang berdomisili di Cibubur, Jawa Barat. (mik)