Meski masih purwarupa, bus ramah lingkungan ini hadir berbeda lantaran tidak menggendong mesin konvensional.
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko yang menjadi pimpinan MAB mengatakan untuk tahap awal bus listriknya sebagai angkutan penumpang di bandar udara karena mobilitas tidak terlalu tinggi. Ini sekaligus bentuk maket bus listrik di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bus 'hijau' ini disokong pendingin udara TSD-LE Sanden dengan spesifikasi 400-800 VDC. Sedianya, bus ramah lingkungan ini dapat menampung 60 penumpang. Bus ini tersemat motor listrik HYYQ 800-1200 dengan tipe permanent magnetic synchronous motor atau PMSM.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diklaim MAB, tenaga yang dihasilkan sebesar 200 kW atau setara 268,2 Hp dengan torsi maksimal 2.400 Nm. Torsi mesin yang dihasilkan lebih besar dari bus-bus konvensional yang beredar di Indonesia. Contoh Mercedes-Benz OH1526 mesin kapasitas 6.400cc hanya mampu menyemburkan torsi 950 Nm.
MAB membekalinya dengan baterai LifePo 576 V 450 Ah. Baterai itu berkapasitas 259,2 kwh dengan berat 2.290 kg.
Dalam satu kali pengisian baterainya dapat menempuh jarak 250 km. Sedangkan mengisi dayanya dari posisi kosong sampai penuh membutuhkan waktu tiga jam. Pada uji coba internal, bus ini mampu melaju dengan kecepatan maksimal 70 km per jam.
Lihat juga:Moeldoko Buka Suara Soal Bus Listrik Maxvel |