Mitsubishi Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menjanjikan software khusus Xpander akan didistribusikan ke dealer mobil penumpang Mitsubishi pada kuartal kedua 2018 setelah mendapat rekomendasi dari prinsipal Mitsubishi.
Dalam catatan CNNIndonesia.com pada akhir 2017, putaran mesin atau rotasi per menit (RPM) Xpander, ysng kerap naik dalam kondisi idle up menjadi sorotan pemilik Xpander di Indonesia, terutama ketika menyalakan ac.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Intan, MMKSI tidak berdiam diri melihat kondisi kerusakan pada mobil konsumen dan kampanye servis Xpander dilakukan demi kenyamanan pemilik mobil. Dijelaskan Intan, kampanye servis dan bukan 'recall' ini merupakan kelanjutan atas banyaknya keluhan dari konsumen Xpander di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini pihak MMKSI belum mengetahui jumlah Xpander yang akan 'disuntik' software baru. Intan beralasan belum ada konsumen Xpander yang secara khusus melaporkan kejadian ini ke dealer Mitsubishi.
"Dan karena tidak ada komplain khusus yang masuk soal idle up. Tidak ditemukan, dan tidak semua kendaraan terjadi yang namanya idle up," imbuh Intan.
Sejak diluncurkan pada Agustus 2017 atau bertepatan acara GIIAS, inden Xpander menyentuh angka 55 ribu unit. Dari angka itu, MMKSI baru memenuhi pesanan sebanyak 27 ribu unit.
Dalam kesempatan yang sama, brand ambassador Mitsubishi Indonesia sekaligus pembalap nasional Rifat Sungkar menyatakan konsumen tidak perlu khawatir bila unit Xpander yang sudah dibeli mempunyai masalah demikian.
Ia pun memastikan bahwa kasus idle up tidak bakal mempengaruhi komponen lain di dalam mesin Xpander. "100 persen tidak ada masalah sama fungsi masing-masing parts yang ada di mobil ini," ucap Rifat meyakini.
Rifat menegaskan mengenai penyebab masalah idle up pada mobil berjenis low multi purpose vehicle (LMPV) karena terdapat 'salah perintah' pada software mesin sehingga menyebabkan putaran mesin naik turun mesin pedal gas tidak diinjak.
"Jadi sebetulnya di dalam mobil ada tempratur ac yang diperintahkan sedingin mungkin, nah kadang kalau cuaca panas, mobil akan mempertahankan perintah dari temperatur ac yang diinginkan. Terkadang kalibrasi antara mesin dan kompresor ac itu lebih mementingkan tempratur ac. Sehingga ac nyala lebih lama daripada yang diinginkan," tutup Rifat. (mik)