Akibat insiden tersebut, Uber terpaksa menghentikan sementara program uji coba mobil bergerak otomatis. Uber mengaku bakal kooperatif selama masa penyelidikan berlansung atas kejadian di persimpangan Mill Avenue dan Curry Road itu.
Dalam uji coba mobil otonom tersebut, Uber menggunakan Volvo XC90. Pengujian ini sendiri sudah dilakukan sejak Februari 2017, sementara Volvo salah satu manufaktur yang gencar mendukung pengembangan mobil otonom yang dilakukan Uber. Sebelumnya ada nama BMW dan Ford serta Volkswagen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fitur terakhir itu bisa dikatakan sebagai 'mata kedua' setelah mata pengemudi itu sendiri, di mana sanggup mendeteksi benda-benda di depan dan samping mobil mobil, seperti 'membaca' pergerakan mobil, pejalan kaki hingga hewan.
Lihat juga:'Kuda Hitam' Mobil China |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu dari penjelasan kepolisian setempat bahwa korban yang sedang berjalan ketika itu ditabrak mobil yang tengah bergerak dengan kecepatan (65 km per jam). Mobil bergerak dalam mode otonom dengan operator yang duduk di belakang kemudi.
Terkait penemuan baru ini, Volvo memberikan jawaban bahwa yang mengendalikan mobil itu adalah sebuah sistem yang terkomputerisasi. Mereka percaya perangkat lunak bukan lagi milik perusahaan atau telah 'direkayasa' seperti dilansir Reuters, Selasa (20/3).
Ini bukan kali pertama kecelakaan mobil autopilot. Sebelumnya pada 2016, mobil otonom Tesla menghantam truk. Dan pada Oktober 2016, mobil Uber dalam mode otonom menerobos lampu lalu.
[Gambas:Video CNN] (mik)