Melemahnya nilai tukar rupiah berpotensi mengerek harga jual produk kendaraan dalam negeri. Beberapa produsen mobil, seperti Toyota telah mengantisipasi kondisi tersebut dengan menaikkan harga jual kendaraan jika rupiah terus anjlok.
Namun, dijelaskan Executive General Manager Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto bahwa pihaknya menahan harga jual mobil sampai enam bulan ke depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Suzuki Indomobil Sales memberi pendapat berbeda. Menurut Direktur Pemasaran SIS Donny Saputra, meski kurs dolar menguat saat ini tak bisa dijadikan alasan menaikkan harga jual mobil, banyak faktor yang harus dipertimbangkan dengan menaikkan harga jual kendaraan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan Wuling Motors masih terus mewaspadai kondisi perekonomian dalam negeri. Jika nilai tukar rupiah tergoncang terhadap dolar AS, bukan tidak mungkin merek China itu mengerek harga jual produknya di Indonesia.
"Sampai dengan harga terakhir yang kami pakai, belum ada rencana kenaikan karena masih pakai harga lama," imbuh Dian.
Wuling sendiri terbantu dengan kandungan lokal konten terhadap dua modelnya, yaitu Confero dengan Cortez yang masing-masing telah memiliki lokal konten lebih dari 50 persen. (mik)