Membludaknya angka surat pemesanan kendaraan (SPK) Xpander menjadi keuntungan bagi manufaktur Mitsubishi. Citra perusahaan terdongkrak sebagai produsen kendaraan penumpang di Indonesia. Namun di balik kisah manis tersebut tersimpan cerita keluh kesah tenaga penjual Mitsubishi.
Ditemui CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu, seorang tenaga penjual menceritakan jika Xpander menjadi penyemangat dirinya untuk berjualan mobil Mitsubishi. Bahkan pencapaiannya dalam satu bulan sebagian besarnya adalah MPV tujuh penumpang pesaing Avanza itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Hasil Penjualan MPV 'Murah' di IIMS 2018 |
"Saya janjikan empat bulan (sesuai arahan) sampai di rumah, tapi kenyataanya enam bulan. Saya dikejar-kejar konsumen (Xpander)," kata tenaga penjual Mitsubishi yang namanya tidak ingin disebutkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Komparasi Xpander, Ertiga Baru dan Veloz |
Kendati demikian hal-hal besar yang bisa memicu pembatalan SPK belum sampai terjadi pada dirinya. Selama masa inden, Ia kerap menghubungi konsumennya dengan memberi informasi tentang perkiraan kedatangan Xpander.
"Jadi selama itu saya harus kasih info ke konsumen," jelasnya.