Kampanye keselamatan tersebut juga menjalar pada beberapa model BMW setir kanan di Indonesia.
Vice President Corporate Communications BMW Group Indonesia, Jodie O'tania mengatakan kampanye penarikan akan memakan waktu mengingat model mobil yang terlibat telah berusia lebih dari lima tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi masih memerlukan waktu karena kan mobilnya sudah lama, mungkin banyak yang telah dimiliki oleh bukan orang tangan pertama," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awal kejadian ketika pria pengendara bernama Narayan Gurung mengalami kecelakaan saat mobilnya menabrak pohon untuk menghindari mobil BMW yang berhenti di tengah jalan di Guildford, Surrey, sebuah kota di Selatan Inggris.
Korban saat itu bepergian bersama istrinya untuk merayakan Hari Natal tahun 2016. Insiden ini mengakibatkan Gurung meninggal dunia dan istrinya terluka parah.
Setelah diselidiki, mobil BMW yang coba mereka hindari ternyata mesinnya tiba-tiba mati dan lampu remnya ikut tidak menyala di jalan yang gelap.
Salah satu pemilik BMW lain, Mwape Kambafwile juga mengeluhkan hal sama. Ia mengatakan kepada BBC bagaimana mobil BMW Seri 3 miliknya tiba-tiba mati total saat Ia kemudikan pada Desember 2016.
"Saya hanya berpikir jika saya mengemudi di jalan tol dengan keluarga saya di dalam mobil, itu bisa sangat berbahaya," jelas Kambafwile.
Saat itu juga, Mwape menghubungi pihak BMW supaya mobilnya dibawa ke bengkel. Keesokan harinya pemilik mobil mendapat kabar bahwa telah ditemukan masalah seperti kabel telah terbakar.
Pihak dealer BMW menyarankan Kambafwile untuk membawa pulang mobilnya tanpa peringatan untuk tidak menggunakannya. Namun ia menolak untuk mengendarai mobilnya dan geram setelah mendapat kabar mobil masuk dalam safety champaign (ditarik dari pasar untuk dilakukan perbaikan) karena kesalahan yang serupa.
Kabar terakhir, perusahaan otomotif berbasis di Munich, Jerman itu mengatakan telah bekerja sama dengan Badan Standar Pengemudi dan Kendaraan di Inggris (DVSA/Driver and Vehicle Standards Agency) untuk menolak kabar seolah pihaknya telah mengabaikan instruksi pemerintah atau memberikan informasi yang salah. (mik)